Diminati Investor, Saham Ginting Jaya Energi Kelebihan Permintaan 30,9 Kali

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Kamis, 07 November 2019 - 17:15 WIB
Diminati Investor, Saham Ginting Jaya Energi Kelebihan Permintaan 30,9 Kali

CEO PT Ginting Jaya Energi Tbk, Jimmy Hidayat. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - PT Ginting Jaya Energi Tbk menggelar penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) dengan harga Rp450 per lembar. Penetapan harga IPO tersebut terbentuk dari hasil penjatahan (bookbuilding) dalam rentang Rp375-Rp450 per lembar.

Harga IPO yang berada di batas atas itu akibat tingginya minat investor untuk membeli saham perusahaan jasa pertambangan itu. Penawaran saham perdana Ginting Jaya Energi kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 30,9 kali.

Ginting Jaya Energi melepas 750 juta lembar saham kepada publik atau 30,29 persen dari total saham yang beredar. Emiten dengan kode WOWS yang masuk kategori saham syariah itu akan melantai besok Jumat (8/11/2019).

CEO Ginting Jaya Energi Jimmy Hidayat mengatakan, proses bookbuilding telah berjalan dengan baik dan memberikan gambaran minat investor untuk ikut terlibat dalam berinvestasi di bisnis penyewaan jasa rig workover and well services (Wows) dan enhanced oil recovery (EOR).

Menurut dia, kepercayaan para investor itu juga menjadi bukti bahwa bisnis yang dikelola perusahaan memiliki prospek yang bagus. Jimmy menyebut, mengungkapkan 63,56 persen dana hasil IPO akan digunakan untuk pengembangan usaha dalam bentuk penambahan 7 rig work over and well services (Wows) perseroan.

“Selain itu juga untuk  pembelian aset tetap untuk mendukung operasional sebesar 16,74 persen dan pelunasan sebagian utang leasing dengan perusahaan pembiayaan yang merupakan pihak ketiga sebanyak 13,06 persen,” ujarnya di Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Dia menambahkan, 6,64 persen dana hasil IPO sisanya akan dipakai untuk modal kerja. Dalam proses IPO, Ginting Jaya Energy menunjuk Jasa Utama Capital Sekuritas dan MNC Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi.

Ginting Jaya Energi menargetkan pendapatan 2019 sebesar Rp185 miliar. Angka ini meningkat 10,02 persen dibanding 2018. Adapun laba bersih tahun ini ditargetkan mencapai Rp31 miliar.

Target laba itu berdasarkan nilai kontrak yang didapat pada tahun ini. Pada April 2019, Ginting Jaya Energi mendapat kontrak senilai Rp390 miliar untuk layanan workover and well service (wows) yang dengan masa kontrak selama 2 tahun.

“Pendapatan perusahaan tahun 2020 pasca IPO diproyeksikan akan naik 1,5 kali lipat dengan laba bersih tumbuh hingga 250 persen,” ujar Jimmy.

Ginting Jaya Energi merupakan perusahaan dengan spesialisasi pekerjaan jasa penyewaan rig work over and well services (wows) dan enhanced oil recovery (EOR) yang memiliki 9 unit rig wows yang beroperasi di
Sumatra Selatan.


Editor : Rahmat Fiansyah