Dirut Angkasa Pura I Beberkan Penyebab Utang Puluhan Triliun Rupiah

Suparjo Ramalan ยท Rabu, 08 Desember 2021 - 19:50:00 WIB
Dirut Angkasa Pura I Beberkan Penyebab Utang Puluhan Triliun Rupiah
Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi beberkan penyebab utang perseroan hingga puluhan triliun rupiah.

JAKARTA, iNews.id - Direktur Utama (Dirut) PT Angkasa Pura I (AP I) Faik Fahmi membeberkan penyebab perseroan memiliki utang hingga Rp32,7 triliun. Salah satu penyebabnya, mendanai 10 bandar udara (bandara) di bawah pengelolaan perusahaan.

Pendanaan sebanyak 10 bandara tersebut tidak didapat manajemen melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) atau suntikan pemerintah dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), melainkan lewat kredit sindikasi perbankan dan obligasi.

"Jadi, pengembangan kita sama sekali tidak melalui bantuan pemerintah, tapi benar-benar melalui internal dan eksternal, melalui sindikasi perbankan dan obligasi," kata Faik dalam konferensi pers, Rabu (8/12/2021). 

Adapun jumlah total bandara yang dikelola AP I sebanyak 15 bandara, yang terdiri dari Bandara I Gusti Ngurah Rai di Denpasar, Bandara Juanda di Surabaya, Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Balikpapan. 

Selain itu, Bandara Frans Kaisiepo di Biak, Bandara Sam Ratulangi di Manado, Bandara Syamsudin Noor di Banjarmasin, Bandara Jenderal Ahmad Yani di Semarang, Bandara Adisutjipto di Yogyakarta, Bandara Adi Soemarmo di Surakarta.

Selanjutnya, Bandara Internasional Lombok di Lombok Tengah, Bandara Pattimura di Ambon, Bandara El Tari di Kupang, Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo, dan Bandara Sentani di Jayapura.

Sementara 10 bandara yang diperbaiki, kata Faik, mengalami kekurangan kapasitas (lack of capacity). Pasalnya, realisasi pergerakan penumpang sejak 2019 mencapai 90 juta orang, sedangkan kapasitas bandara tidak mencukupi dengan jumlah tersebut. 

Jika tidak diperbaiki, menurut Faik, akan menimbulkan persoalan baru yang terkait dengan pelayanan, safety, security, dan lainnya. 

"Sebagai contoh, di tahun 2017, kapasitas bandara Angkasa Pura hanya untuk 71 juta penumpang per tahun. Namun, jumlah penumpangnya meningkat lagi di tahun 2019 menjadi 90 juta penumpang per tahun. Jadi bisa dibayangkan dengan realisasi penumpang yang jauh lebih tinggi, tentu muncul persoalan yang terkait dengan masalah pelayanan, safety, security dan lain sebagainnya," tuturnya. 

Adapun jumlah utang perseroan hingga November 2021 sebesar Rp32,7 triliun. Jumlah itu berasal dari pinjaman kreditur dan investor hingga kewajiban perseroan kepada karyawan dan supplier. 

Jumlah pinjaman perusahaan kepada kreditur dan investor mencapai Rp28 triliun. Sementara, kewajiban yang harus dibayarkan kepada karyawan dan supplier senilai Rp4,7 triliun.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel: