Dirut Garuda Beberkan Utang Perusahaan Rp31,9 Triliun, 400 Pegawai Pensiun Dini

Antara ยท Selasa, 14 Juli 2020 - 15:59 WIB
Dirut Garuda Beberkan Utang Perusahaan Rp31,9 Triliun, 400 Pegawai Pensiun Dini

Garuda Indonesia mengungkapkan total utang usaha dan pinjaman bank perusahaan mencapai 2,2 miliar dolar AS atau Rp31,9 triliun per 1 Juli 2020. (Foto: Sindo)

JAKARTA, iNews.id - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengungkapkan total utang usaha dan pinjaman bank perusahaan mencapai 2,2 miliar dolar AS atau Rp31,9 triliun per 1 Juli 2020. Sementara itu, untuk arus kas (cash flow) yang tersisa di perusahaan hanya 14,5 juta dolar AS atau Rp210 miliar.

“Saldo utang usaha dan pinjaman bank 1 Juli 2020 total 2,2 miliar dolar AS,” ujar Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR di Jakarta, Selasa (14/7/2020).

Irfan merinci 2,2 juta dolar AS itu di antaranya 905 juta dolar AS pinjaman jangka pendek dan 645 juta dolar AS pinjaman jangka panjang.

“Dari 645 juta dolar AS ada pinjaman sukuk 500 juta dolar AS yang sudah kita negosiasi dan extend(perpanjang) selama tiga tahun yang seharusnya jatuh tempo 3 Juni 2020, menjadi 3 Juni 2023,” katanya.

Untuk itu, Irfan menyatakan selain menegosiasi pinjaman yang jatuh tempo juga merestrukturisasi sewa pesawat untuk menurunkan harga pesawat.

Di sisi lain, lanjut dia, perusahaan juga rekonsiliasi personalia 800 pegawai yang berstatus Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) diberikan cuti di luar tanggungan (unpaid leave).

Irfan menambahkan perusahaan memberlakukan pensiun dini, di mana pegawai yang berusia di atas 45 tahun diperbolehkan untuk mengambil pensiun. “Sampai saat ini hampir 400 orang yang bersedia secara sukarela menerima program pensiun dini,” katanya.

Selain itu juga adanya pemotongan gaji 10 hingga 50 persen, baik dari level staf, jajaran direksi maupun komersial, di mana semakin tinggi jabatannya pemotongan gaji (take home pay) semakin besar.

“Kemudian kita melakukan percepatan kontrak terhadap pilot, kontrak yang kita istilahkan dengan PKWT, kita selesaikan lebih dini, kita bayarkan hak-haknya sekitar 135 orang,” katanya.

Irfan menuturkan dari efisiensi yang dilakukan di internal perusahaan, pihaknya berharap bisa menghemat hingga 67 juta dolar AS. Dia mengatakan pihaknya juga akan memaksimalkan penerbangan kargo dan sewa. Pada Selasa (14/7) terdapat 10 penerbangan khusus yang diisi hanya kargo.

“Kita tidak punya pesawat khusus kargo tapi ada izin Kemenhub, sehingga kita bisa bawa barang-barang kargo di atas mesin pesawat asal berat tidak lebih 70 kg. Kita juga melakukan penundaan pembayaran kepada pemasok jasa, avtur, kebandarudaraan,” kata Irfan.

Editor : Dani Dahwilani