Dirut INKA: Tanpa BJ Habibie, Tidak Ada INKA

Antara ยท Kamis, 12 September 2019 - 23:52 WIB
Dirut INKA: Tanpa BJ Habibie, Tidak Ada INKA

Presiden ke-3 RI, BJ Habibie. (Foto: dok iNews.id)

MADIUN, iNews.id - Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie ternyata merupakan figur penting di balik pendirian PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA. Pendirian PT INKA diinisiasi oleh presiden ke-3 RI tersebut.

"Almarhum BJ Habibie adalah pendiri PT INKA. Tanpa beliau, tidak ada INKA," kata Direktur Utama PT INKA, Budi Noviantoro di Madiun, Jawa Timur, Kamis (12/9/2019).

Dia menyebut, INKA didirikan saat Habibie menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) dan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Pendirian perusahaan kereta api satu-satunya di Indonesia itu dilatarbelakangi kinerja industri kereta api yang terus merosot pada 1970-an.

"Saat itu, jumlah sarana perkeretaapian di Indonesia seperti lokomotif, kereta penumpang, dan gerbong barang yang dimiliki Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) terus berkurang," tuturnya.

Pada era kolonial Hindia Belanda 1939, jumlah lokomotif uap 1.260 unit, kereta penumpang 3.350 unit, dan gerbong barang 27.200 unit. Pada tahun 1970-an, jumlah lokomotif uap tinggal 549 unit, kereta penumpang 1.420 unit, dan gerbong barang turun drastis menjadi 13.970 unit.

Alhasil, kata Budi, Indonesia impor kereta api besar-besaran sehingga menggerus devisa. Akibatnya, pemerintah mengambil kebijakan substitusi impor dan alih teknologi dengan membentuk industri strategis.

"Pembentukan industri strategis tersebut bertujuan agar SDM Indonesia bisa mandiri dan tidak tergantung pada negara lain dalam pembuatan kereta api dan teknologi lainnya. Di dalamnya tidak hanya INKA, namun juga termasuk PAL, DI, dan lainnya," kata Budi.

Budi bersama jajaran PT INKA ikut berduka cita atas wafatnya BJ Habibie. Dia merasa kehilangan sosoknya yang dikenal bukan hanya Bapak Indonesia atau Bapak Teknologi, melainkan juga Bapak INKA.


Editor : Rahmat Fiansyah