Dirut PT Timah Beberkan Alasan Rugi Rp450 Miliar pada 2023
Tak hanya biji timah, produksi logam timah juga hanya 15.340 ton, turun 23 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya yang tercatat 19.825 ton
Sejalan dengan itu, penjualan logam timah juga ikut terkoreksi 31 persen dari 20.805 MT pada 2022 menjadi hanya 14.385 MT di 2023 lalu. Padahal, TINS mencatat penjualan logam timah pada 2021 sebesar 26.602 MT.
"Harga rata-rata logam timah juga mengalami penurunan. Jadi, terakhir kita itu di rata-rata 26.583 dolar AS per metrik ton," ucapnya.
Anjloknya kinerja operasi TINS itu akhirnya berimbas kepada kinerja keuangan. Bukan hanya laba, pendapatan perusahaan pada 2023 juga anjlok 33 persen menjadi Rp8,3 triliun dari tahun sebelumnya yang menyentuh Rp12,5 triliun.
"Dari sisi kinerja keuangan karena ada penurunan volume penjualan logam dan karena ada penurunan harga jual logam, maka pendapatan perusahaan juga menurun. Jadi beban peak-nya tetap, costnya tetap, tapi pendapatan kita jauh menurun karena produksinya juga menurun," kata dia.