Ditawari Erick Thohir Jadi Direksi InJourney, Maya Watono: Ini Serve Purpose

Suparjo Ramalan ยท Jumat, 14 Januari 2022 - 18:45:00 WIB
 Ditawari Erick Thohir Jadi Direksi InJourney, Maya Watono: Ini Serve Purpose
Maya Watono, ditunjuk menjadi Direktur Marketing dan Consumer PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Maya Watono mengaku tak mudah untuk meninggalkan posisi sebagai CEO PT Dentsu Indonesia dan menerima tawaran menjadi direksi di Holding BUMN Pariwisata atau InJourney

Menurut dia, butuh waktu tiga bulan untuk mempertimbangkan tawaran Menteri BUMN Erick Thohir, untuk menduduki jabatan Direktur Marketing dan Consumer PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney. 

"Dari saya sendiri sebenarnya ini perjalanan yang cukup panjang. Saya menimbang-nimbang sekitar 3 bulan sampai akhirnya menyatakan iya," ungkap Maya Watono, dalam konferensi pers, Jumat (14/1/2022).

Dia menjelaskan, pertimbangannya cukup mendalam, karena tak mudah baginya untuk meninggalkan Dentsu, tempatnya berkarir selama 15 tahun terakhir. Baginya, Dentsu bukan hanya tempatnya bekerja, tetapi seluruh tim di perusahaan raksasa itu sudah seperti keluarganya. 

"Karena memang berat sekali saya meninggalkan Dentsu, yang sudah menjadi tempat saya berkarya selama 15 tahun, dan sudah seperti keluarga," kata Maya. 

Namun Maya akhirnya mantap menerima tawaran Erick Thohir, karena menilainya sebagai peluang besar agar dirinya lebih berkontribusi kepada bangsa dan negara. 

Dia menilai kesempatan itu sebagai tantangan baru bagi dirinya memberikan kontribusi lebih kepada negara. Bahkan Maya menyebut keberadaannya di InJourney bukan lagi meniti karir atau perkara keuangan. Namun, tujuannya adalah pengabdian bagi Indonesia. 

"Ini jalan panjang untuk di-create tapi menjadi suatu luar biasa untuk negara kita. Saya tertantang untuk memberikan lebih kepada negara, ini serve purpose bukan lagi finansial, jabatan atau karir," ujar Maya. 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) Erick Thohir menargetkan sumbangsi Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney mencapai 4,5 persen terhadap Gross Domestic Product atau Produk Domestik Bruto (PDB). Target itu sejalan dengan penetapan InJourney sebagai Holding BUMN Pariwisata dan Pendukungnya. 

Adapun perusahaan pelat merah yang bergabung dalam holding ini diantaranya, PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Hotel Indonesia Natour (Persero), PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero), dan PT Sarinah (Persero).

"Saya rasa 4,5 persen GDP itu tidak terlalu besar dibandingkan negara lain kalau dari sisi pariwisata, tapi memang itu effort yang cukup besar karena GDP pariwisata pada saat pandemi ini turun di bawah 4 persen," kata Maya. 

Dia menyebut, ekspektasi pemerintah terhadap pendirian InJourney cukup besar. Harapannya, holding baru ini mampu menciptakan ekosistem yang terintegrasi antara sektor pariwisata, aviasi, dan sektor terkait lainnya.

Meski holding difokuskan pada penguatan ekosistem pariwisata domestik, Kepala Negara menargetkan jumlah wisatawan mancanegara mencapai 17 juta orang per tahun. Sementara, wisatawan nusantara berada di kisaran 30 juta orang per tahun.

Tak hanya itu, serapan lapangan kerja Presiden menargetkan InJourney mampu menyerap 13 juta lapangan kerja baru di Indonesia. Target-target yang ditetapkan tersebut bertujuan memulihkan pariwisata yang sempat terpuruk sepanjang pandemi Covid-19.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: