Djarum Group Rambah Bisnis Peternakan Sapi Perah

Muhammad Aulia ยท Kamis, 20 Februari 2020 - 08:45:00 WIB
Djarum Group Rambah Bisnis Peternakan Sapi Perah
Menteri Koperasi & UKM Teten Masduki (kanan) usai bertemu PT Global Dairi Alami, Ihsan Mulia Putri (kiri) di Kantor Kemenkop UKM, Jakarta, Rabu (20/2/2020). (Foto: Humas Kemenkop UKM)

JAKARTA, iNews.id - Djarum Group lewat anak usaha PT Global Dairi Alami (PT GDA) merambah bisnis peternakan sapi perah. Ini menyusul masih tingginya impor susu sapi.

CEO PT GDA Ihsan Mulia Putri mengatakan, kebutuhan susu nasional saat ini sekitar 80 persen dipenuhi susu impor. Dengan kata lain, produksi lokal baru bisa memenuhi 20 persen saja.

"Berangkat dari kondisi itu, kami mendirikan Industri peternakan sapi terpadu, dari hulu sampai hilir. Artinya dari peternakan sapi perah sampai nantinya bisa dihidangkan di meja," kata Putri di Jakarta, Rabu (20/2/2020).

PT GDA memiliki lahan seluas 50 hektare di Desa Kalijati, Kecamatan Dawuan, Subang, Jawa Barat. Di lahan ini, PT GDA sudah membangun kandang sapi dan pabrik pengolahan susu yang langsung berbentuk kemasan siap saji.

Putri mengatakan, PT GDA siap mendukung target pemerintah untuk mendorong produksi susu segar hingga 40 persen dari kebutuhan nasional. Untuk tahap awal, perusahaan akan mengimpor sapi dari Australia yang produktif menghasilkan susu.

"Kami ikut berkontribusi dengan mendatangkan sapi holstein sebanyak 6.000 ekor dari Australia, yang akan diternakkan dengan standar internasional," ucapnya.

Menteri Koperasi & UKM Teten Masduki menyebut, peternak dalam negeri perlu memacu produksi susu karena tingkat kebutuhan masyarakat akan susu sangat besar. Konsumsi susu setiap tahun tumbuh rata-rata 15 persen.

Namun, dia mengaku masalah industri peternakan cukup besar. Di antaranya bibit sapi yang tidak produktif, lahan yang minim, pakan yang tak pasti, dan permodalan. Dia menilai saat ini yang perlu dilakukan yaitu peremajaan bibit sapi agar menghasilkan sapi yang produktif.

"Selain bibit, pemerintah juga membuka peluang impor sperma sapi untuk mendapatkan jenis yang bagus," ujarnya.

Editor : Rahmat Fiansyah