Dorong Ekonomi Mikro, BRI Berdayakan Pelaku UMKM hingga Siapkan Desa BRILian
Dalam pemberdayaan UMKM, BRI memberikan literasi dasar, bisnis dan digital yang diberikan secara berjenjang sesuai dengan level entrepreneurship yakni unfeasible-unbankable, feasible-unbankable dan feasible-bankable. Literasi dasar mencakup inklusi keuangan (pengenalan produk dan jasa perbankan), manajemen keuangan dasar (akuntansi sederhana). Literasi bisnis berupa peningkatan kapasitas manajerial, legalitas/kepatuhan, budaya inovasi, pemahaman industri dan pasar, kepemimpinan, pola pikir jangka panjang, skala usaha. Adapun, literasi digital diberikan kepada UMKM Literasi kepada UMKM dengan tujuan berupa go modern, go digital, go online, go global.
“Untuk pemberdayaan ini, BRI melibatkan 176 expertise dan 104 mentor tersertifikasi serta kementerian dan asosiasi. Mengenai progres pemberdayaan UMKM, BRI telah menyelenggarakan 1.043 pelatihan yang diikuti sebanyak lebih dari 24 ribu peserta,” ujar Supari.
Supari menambahkan, BRI juga mengembangkan Desa BRILian, yang sekarang sedang berlangsung bekerja sama dengan Kementerian Desa. “Kami akan bangun desa-desa yang suatu ketika mereka tidak butuh dana desa, yang kepala desanya visioner, dan bisa menghidupi desanya sendiri,” kata Supari.
BRI menilai para pelaku UMKM di sektor pertanian dan peternakan di wilayah perdesaan menyimpan potensi yang luar biasa untuk didorong berkembang. Diakui Supari, hal tersebut didapatinya saat kunjungan ke sebuah desa di Kediri Jawa Timur, yang mayoritas mata pencaharian warganya beternak sapi penghasil susu dan bekerja sama dengan perusahaan skala besar.
“Mantri saya ada di sana, dia bercerita, seluruh nasabahnya tidak ada yang direstrukturisasi. Inilah sektor yang luar biasa, ke depan harus kita lakukan pemberdayaan. Dan nyatanya mereka tangguh di beberapa klaster. BRI selama pandemi ini lebih banyak mengalokasikan resources-nya ke desa-desa,” ungkap Supari.
Di sisi lain, terkait dukungan pembiayaan, hingga September 2020, BRI telah menyalurkan KUR kepada lebih dari 3,3 juta debitur dengan plafon sebesar Rp90,10 triliun. Adapun penyaluran kredit atas penempatan dana Pemerintah (PMK No.70) sebesar Rp10 triliun, di mana BRI berkomitmen me-leverage tiga kali lipat, BRI telah menyalurkan dengan total Rp30,1 triliun per 7 Agustus 2020.
Dana tersebut disalurkan kepada 695 ribu debitur. Segmen mikro menjadi segmen penerima terbesar dengan nilai Rp21,64 triliun kepada 679 ribu debitur. Segmen kecil menjadi penerima kedua terbesar, dengan nilai kredit 4,54 triliun kepada lebih dari 14 ribu debitur. Sedangkan segmen ritel menengah sebesar Rp3,78 triliun kepada 1.941 debitur.
Editor: Dani M Dahwilani