Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Waspada! NTB-NTT Potensi Diguyur Hujan Lebat, 2 Bibit Siklon Tropis Terdeteksi
Advertisement . Scroll to see content

Dorong Kembangkan Rumput Laut, Menkop: Untungnya Berkali-kali Lipat dari Garam

Minggu, 23 Mei 2021 - 16:12:00 WIB
Dorong Kembangkan Rumput Laut, Menkop: Untungnya Berkali-kali Lipat dari Garam
Ilustrasi rumput laut. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mendorong tumbuhnya usaha produktif di sektor kelautan seperti rumput laut, terutama di Nusa Tenggara Timur (NTT). Itu lantaran potensinya yang besar, namun belum dikelola dengan maksimal. 

Dia menuturkan, NTT memiliki sumber daya laut yang kaya. Karena itu, dia mendorong untuk menciptakan produk unggulan kelautan.

"Tempat Pelelangan Ikan (TPI) juga sudah dikelola oleh koperasi dan itu harus terus dimaksimalkan," kata MenkopUKM Teten Masduki di Jakarta, Minggu (23/5/2021).

Selain memanfaatkan kekayaan laut untuk mendorong skala bisnis koperasi, dia menambahkan, juga ikut meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat (SDM). Salah satu kekayaan laut yang bisa dibudidayakan untuk mendapatkan hasil yang maksimal adalah rumput laut. 

Menurutnya, rumput laut dapat menghasilkan keuntungan lebih besar dengan pemeliharaan yang tidak terlalu sulit. Bahkan rumput laut memiliki berbagai nilai tambah jika diolah menjadi tepung. 

"Rumput laut untungnya berkali-kali lipat dibandingkan garam. Dapat diolah menjadi tepung dan diekspor," ujarnya.

Teten sebelumnya menegaskan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) perlu melakukan transformasi bisnis dengan mulai masuk membiayai sektor-sektor produktif di sekitarnya. Seharusnya usaha produktif sektor kelautan menjadi fokus dari KSP di NTT.  

MenkopUKM juga mendorong transformasi KSP membiayai sektor produksi setelah melihat fakta terjadinya over likuiditas di KSP. Dia mengatakan, 59 persen koperasi di Indonesia adalah KSP, namun banyak yang mengalami over likuiditas dan membatasi pembayaran iuran keanggotaan.  

Diharapkan koperasi di Indonesia juga bertransformasi menjadi koperasi modern. Transformasi mulai dari pengelolaan hingga manajemen dan menggunakan teknologi untuk tumbuh menjadi koperasi kelas nasional. 

Untuk mengembangkan koperasi di Indonesia, kementeriannya akan berkoordinasi dengan Kementerian Investasi dalam menjajaki kerja sama dengan koperasi besar di luar negeri untuk berinvestasi di sektor produksi dan bekerja sama dengan koperasi di Indonesia. 

"Kerja sama ini penting dalam rangka alih teknologi dan pengetahuan agar koperasi kita menjadi koperasi kelas dunia," katanya. 

Editor: Jujuk Ernawati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut