Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : ESDM Kaji Gasifikasi Batu Bara Jadi Metanol-Biodiesel, Siapkan Insentif Pajak Baru
Advertisement . Scroll to see content

Dorong Nilai Tambah Batubara, PTBA Sinergi dengan Tiga Perusahaan

Jumat, 08 Desember 2017 - 17:33:00 WIB
Dorong Nilai Tambah Batubara, PTBA Sinergi dengan Tiga Perusahaan
Ilustrasi (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - PTBA bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero), PT Pupuk Indonesia (Persero), dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk untuk memberi nilai tambah terhadap produksi batubara melalui teknologi gasifikasi.

Melalui teknologi gasifikasi ini dimungkinkan mengkonversi batubara muda menjadi Syngas yang merupakan bahan baku untuk proses lebih lanjut. Kemudian dijadikan Dimethyl Ether (DME) sebagai bahan bakar, SynGest sebagai bahan baku urea, dan Polypropylene sebagai bahan baku plastik.

“Dengan menciptakan produk akhir yang memiliki kesempatan nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan sekadar produk batubara. Dengan demikian, hal ini diharapkan akan semakin menguntungkan perusahaan,” ujar Direktur Utama PTBA, Arviyan Arifin dalam keterangan resminya, Jakarta, Jumat (8/12/2017).

Setelah penandatanganan perjanjian ini, keempatnya akan mempersiapkan pelaksanaan studi kelayakan, analisis dampak lingkungan, dan persiapan pendanaan untuk selanjutnya melakukan proses pengadaan Engineering Procurement Construction (EPC).

Untuk menunjang kerja sama ini, akan dibangun pabrik pengolahan gasifikasi batubara pada Bukit Asam Coal Based Industrial Estate (BACBIE) yang berada di mulut tambang batubara Tanjung Enim, Sumatera Selatan. BACBIE akan berada pada satu lokasi yang sama dengan PLTU Mulut Tambang Sumsel 8.

Pembangunan pabrik pengolahan gasifikasi batubara sendiri direncakanan mulai beroperasi pada November 2022. Diharapkan produksi dapat memenuhi kebutuhan pasar sebesar 500 ribu ton urea per tahun, 400 ribu ton DME per tahun dan 450 ribu Polypropylene per tahun. Dengan target pemenuhan kebutuhan sebesar itu, diperkirakan kebutuhan batubara sebagai bahan baku sebesar 5,5 juta ton per tahun.

Adanya kerja sama Bukit Asam dengan Pertamina, Pupuk Indonesia dan Chandra Asri Petrochemical merupakan salah satu bentuk implementasi PP Nomor 1 tahun 2017 tentang Hilirisasi Mineral dan Batubara, serta Kepmen ESDM Nomor 2183 Tahun 2017 tentang Penetapan Kebutuhan dan Presentasi Minimal Penjualan Batubara untuk Kepentingan Dalam Negeri.

Diharapkan dengan kerja sama ini dapat memberikan nilai tambah batubara batubara tidak hanya dijual sebagai produk akhir, tetapi dijadikan sebagai bahan baku. Selain itu, diharapkan dengan kerja sama ini juga dapat meningkatkan sinergi antar-BUMN, dan mampu menciptakan efisiensi dalam industri batubara, gas, pupuk dan kimia.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut