DPR Cecar KAI, Minta PMN Rp1,8 Triliun tapi Dirut Malah di Paris
“Bapak tidak jelaskan Dirut bapak di mana Pak? Ini rapat penting lho, Pak,” ujar Mufti Anam.
klik halaman selanjutnya untuk membaca>>>
Setelah mendengar jawaban singkat dari Salusra, Mufti memandang sikap bos KAI kelewatan karena lebih mengutamakan bertemu dengan CEO Siemens Asia Pacific di luar negeri daripada menghadiri RDP.
Lantaran geram, Mufti Anam meminta agar pembahasan perihal usulan PMN KAI ditunda hingga suntikan anggaran segar untuk tahun depan ditiadakan saja.
“Mohon izin pimpinan, ini kita bahas soal persetujuan PMN Pak, artinya PMN tidak penting buat Pak Dirut? Lebih penting Siemens tadi, ditunda saja kalau ini memang gak penting atau ditiadakan saja dengan KAI ini Pak,” ucapnya.
Tak sampai di situ, anggota Komisi VI lainnya, Darmadi Durianto, juga ikut menimpali. Dia menjelaskan bahwa nilai PMN yang diminta KAI sangat tinggi, karena itu kehadiran Direktur Utama KAI dalam rapat menjadi hal utama.