Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pedagang Daging Jabodetabek Mogok Jualan Imbas Harga Naik, Lapak di Pasar Sepi Aktivitas
Advertisement . Scroll to see content

Duh, Ternyata Harga Minyak Goreng di Pasar Tradisional Masih Mahal

Kamis, 27 Januari 2022 - 15:14:00 WIB
Duh, Ternyata Harga Minyak Goreng di Pasar Tradisional Masih Mahal
Salah satu pedagang sembako di Pasar Mangunjaya, Tambun Selatan, Eka. (foto: Advenia Elisabeth/MPI)
Advertisement . Scroll to see content

BEKASI, iNews.id - Kementerian Perdagangan telah menetapkan kebijakan minyak goreng Rp14.000 per liter berlaku di pasar tradisional mulai Rabu (26/1/2022). Namun, minyak goreng kemasan di Pasar Mangunjaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi masih dijual dengan harga Rp20.000 per liter.

Salah satu pedagang sembako, Eka (30) mengaku masih menjual minyak goreng kemasan seharga Rp20.000 per liter dan Rp40.000 untuk ukuran 2 liter. Pasalnya, harga yang didapat dari sales agen masih dijual dengan harga tinggi. 

"Masih harga lama (minyaknya), satu liternya Rp20.000, yang 2 liternya Rp 40.000. Saya nggak bisa kasih harga di bawah itu, soalnya dari agennya aja masih mahal," ujar Eka kepada MNC Portal Indonesia saat ditemui di lokasi, Kamis (27/1/2022).

Eka menambahkan, harga 1 karton minyak goreng berisi 12 kemasan ukuran 1 liter sebesar Rp224.000. Artinya, harga per liternya Rp18.600. Sedangkan untuk ukuran 2 liter per karton isi enam kemasan sebesar Rp232.000 atau Rp38.600 per kemasan.

"Jadi yang ukuran 1 liter saya jual Rp20.000 ke pembeli, nah yang 2 liternya Rp40.000. Itu harga yang saya dapat saat ini. Belum ada sales ngasih harga murah," kata dia.

Saking mahalnya minyak goreng di tengah harga subsidi Pemerintah, Eka menyebut banyak pembeli sampai berulang kali bertanya ke dirinya. "Bu, minyak kan sudah murah. Kok ini masih mahal," ucapnya memperagakan pembeli di warungnya. 

Karena Eka sudah menerangkan sejujurnya kepada pembeli, namun tetap tak percaya, dia sampai menunjukkan struk pembelian minyak goreng yang dibeli melalui sales agen. 

"Pembeli tuh masih nggak percaya kalau minyak masih mahal. Dikiranya saya bohong. Saya kasih unjuk aja struk pembelian saya dari sales agen. Setelah itu baru mereka percaya," tuturnya.

Eka bercerita, ada pedagang makanan yang membeli minyak goreng di tokonya karena tidak kedapatan minyak goreng Rp14.000 di ritel modern. Padahal, Eka sudah menganjurkan untuk beli di supermarket agar bisa membeli dengan harga murah, namun pembeli tersebut sudah pasrah karena setiap antri selalu tidak kedapatan.

"Ada pedagang makanan waktu itu beli minyak di sini. Kasian saya liatnya, bawa uang pas-pasan. Saya saranin aja buat beli minyak di supermarket biar lebih murah harganya. Soalnya di tempat saya masih mahal. Tapi pembeli itu nggak mau datang lagi ke supermarket karena takut nggak dapet lagi sudah antri lama tapi nggak kebagian juga," ujarnya.

Eka berharap, distribusi minyak goreng satu harga bisa segera terealisasi di pasar tradisional, supaya pembeli yang datang bisa mendapatkan minyak goreng murah seharga Rp14.000 per liter.

"Semoga cepet ada di pasar. Biar nggak pada komplain terus minyak mahal," katanya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut