Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gelar Rapat Paripurna Hari Ini, DPR Siap Sahkan RUU BUMN Jadi UU 
Advertisement . Scroll to see content

Dukung Infrastruktur, Rini Bentuk Perusahaan Investasi BUMN

Kamis, 28 Juni 2018 - 11:17:00 WIB
Dukung Infrastruktur, Rini Bentuk Perusahaan Investasi BUMN
Menteri BUMN, Rini Soemarno. (Foto: Okezone.com)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) resmi membentuk perusahaan investasi BUMN atau BUMN Fund, PT Bandha Investasi Indonesia untuk mendukung program infrastruktur pemerintah.

Menteri BUMN, Rini Soemarno mengatakan, perusahaan pelat merah ini akan berfungsi menjembatani kebutuhan pendanaan proyek infrastruktur dengan para investor potensial. Apalagi, saat ini pemerintah tengah mendorong pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan perekonomian.

"Saya sangat berbangga hati pagi hari ini setelah pada akhir Maret saya mendorong untuk terbentuknya BUMN Fund. Saat itu memang targetnya Juni, saya meyakini BUMN di Indonesia mempunyai peran yang sangat penting," ujarnya dalam sambutan di kantornya, Jakarta, Kamis (28/6/2018).

Menurut Rini, tujuan pemerintah membangun infrastruktur guna mengurangi biaya logistik serta meningkatkan konektivitas antar wilayah. Untuk itu, Kementerian BUMN berkomitmen mendukung upaya tersebut melalui pembiayaan. 

"Kita punya UU BUMN yang jelas di situ,  jadi kita bertunggung jawab mengelola itu. Fungsi agen pembangunan sangat penting di saat seperti sekarang, Indonesia banyak masyarakat yang masih di bawah garis kemiskinan. BUMN mempunyai tangan dan tools yang bisa dimanfaatkan untuk mengentaskan kemiskinan," tuturnya. 

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) untuk periode 2014 - 2019, pemerintah meargetkan rasio elektrifikasi menjadi 96,6 persen yang dicapai dengan membangun pembangkit sehingga kapasitas listrik nasional bisa mencapai 71.000 megawatt (MW) pada akhir 2019. 

Pada akhir tahun lalu, pemerintah telah meningkatkan kapasitas listrik melampaui 54.000 MW. Pemerintah juga akan mengembangkan 5 pelabuhan utama, memperbesar 10 bandara serta membangun jalan tol sepanjang 1.800 kilometer.

"Tentunya untuk membiayai seluruh proyek infrastruktur ini tidak bisa hanya mengandalkan anggaran pemerintah dan BUMN semata, namun juga diperlukan partisipasi swasta serta investor lainnya,"ujar Rini.

Untuk itu Kementerian BUMN mendorong PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) dan PT Danareksa (Persero) melalui anak usaha masing-masing membentuk perusahaan patungan yang akan mengelola BUMN fund bersama beberapa calon pemegang saham seperti Asuransi Jasindo, ASABRI, Jasa Raharja, Taspen, Askrindo dan Jamkrindo. 

"Melalui skema BUMN fund ini, Kami meyakini percepatan pembangunan nasional bisa terlaksana sehingga geliat perekonomian akan semakin kuat. Skema ini diharapkan akan menjadi solusi bagi pendanaan infrastruktur yang lebih terorganisir, sekaligus mengoptimalkan pengelolaan dana milik BUMN baik dengan berinvestasi pada proyek maupun portofolio," kata dia.

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut