Ekonomi El Salvador Kacau, IMF Desak Setop Pakai Bitcoin sebagai Alat Pembayaran Sah

Suparjo Ramalan ยท Rabu, 26 Januari 2022 - 12:10:00 WIB
Ekonomi El Salvador Kacau, IMF Desak Setop Pakai Bitcoin sebagai Alat Pembayaran Sah
Ekonomi El Salvador kacau, IMF desak setop pakai bitcoin sebagai alat pembayaran sah. (Foto: Istimewa)

NEW YORK, iNews.id - Dana Moneter Internasional (IMF) mendesak El Salvador menghentikan penggunaan bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah di negaranya karena risiko dan kewajiban keuangan yang ditimbulkannya. Bahkan, negara itu saat ini berada dalam kondisi ekonomi yang kacau dan mengajukan pinjaman ke IMF.

Mengutip CoinDesk, desakan itu muncul dalam sebuah laporan yang dikeluarkan pada Selasa (25/1/2022) setelah diskusi bilateral dengan El Salvador tentang kondisi ekonominya. El Salvador telah melakukan negosiasi dengan IMF untuk mendapatkan pinjaman sebesar 1,3 miliar dolar AS. 

Direktur IMF mengingatkan ada risiko besar terkait dengan penggunaan bitcoin terhadap stabilitas keuangan, integritas keuangan dan perlindungan konsumen, serta kewajiban kontijensi fiskal terkait. IMF juga mendesak pihak berwenang untuk mempersempit lingkup Undang-undang Bitcoin dengan menghapus status bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah.  Beberapa direktur IMF pun menyatakan keprihatinannya atas risiko yang terkait dengan penerbitan obligasi bitcoin.

Pada November tahun lalu, staf IMF mengatakan, bitcoin tidak boleh digunakan sebagai alat pembayaran yang sah di El Salvador. Dia juga mendesak negara Amerika Tengah itu untuk memperkuat regulasi dan pengawasan ekosistem pembayaran kripto yang baru didirikannya.

El Salvador mengadopsi bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah pada September 2021. Bahkan, Presiden El Salvador Nayib Bukele telah menjadi pendukung terbesar mata uang kripto.

El Salvador telah mengumpulkan bitcoin dan baru-baru ini membeli 410 lebih bitcoin, sehingga mencapai lebih dari 1.500 bitcoin yang dipegang. El Salvador juga berencana menerbitkan obligasi bitcoin senilai 1 miliar dolar AS tahun ini berdenominasi dolar AS dengan tenor 10 tahun.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel: