Ekspor China di Kuartal I-2021 Meningkat karena Manufaktur AS Lambat Pulih

Jeanny Aipassa ยท Rabu, 14 April 2021 - 17:48:00 WIB
Ekspor China di Kuartal I-2021 Meningkat karena Manufaktur AS Lambat Pulih
Ilustrasi perang dagang Amerika Serikat dan China.

JAKARTA, iNews.id - Ekspor China dalam dolar Amerika Serikat (AS) yang membukukan pertumbuhan 30,6 persen pada Maret 2021, dipicu permintaan barang yang meningkat ke negara tirai bambu itu dibadingkan ke Amerika Serikat (AS). 

Profesor Ekonomi Peking University, Cao Heping, mengatakan pertumbuhan ekspor Tiongkok yang di luar ekspetasi dalam tiga bulan terakhir, menunjukkan permintaan eksternal secara bertahap pulih. 

"Hal itu, sekaligus menunjadi indikasi bahwa kemampuan manufaktur di negara-negara ekonomi utama dunia termasuk AS belum pulih, bahkan lambat, sehingga semua pesanan mengalir ke China," kata Cao, seperti dikutip Global Times, Rabu (14/4/2021). 

Pernyataan senada disampaikan Wakil Direktur Asosiasi Operasi Ekonomi Beijing, Tian Yun. Menurutnya, pertumbuhan ekspor China pada kuartal I-2021 terutama dalam dua bulan pertama murni didorong oleh lonjakan permintaan barang.

Hal itu, lanjutnya, terlihat dari ledakan perdagangan dalam dua bulan pertama 2021, yang sebagian besar datang dari ekspor ke negara-negara Uni Eropa (UE) dan Perhimpunan Negara-Negara di Asia Tenggara (ASEAN). 

Menurut Tian,situasi perdagangan China yang kuat pada kuartal I-2021 membuat posisi negara itu lebih percaya diri dalam menyelesaikan perang dagang dengan AS.

"Peningkatan perdagangan China dengan anggota ASEAN dan UE dapat mengimbangi kerugian dari penurunan perdagangan dengan AS. Dengan posisi ini, jawabannya jelas mengenai mana dari dua negara yang lebih bergantung pada yang lain,” kata Tian.

Perdagangan China dengan Uni Eropa naik 36,4 persen dan ASEAN naik 26,1 persen pada kuartal I-2021. Saat ini, AS adalah mitra dagang terbesar ketiga China setelah UE dan ASEAN. 

Reuters dalam laporan pada Selasa (13/4/2021), menyebut China juga membukukan surplus perdagangan sebesar 13,8 miliar dolar AS pada Maret 2021, melonjak menjadi 52,05 miliar dolar AS dari 37,88 miliar dolar AS pada Februari 2021.

Analis menilai ekspor China tumbuh dengan kecepatan tinggi seiring meningkatnya aktivitas pabrik yang mulai berproduksi normal, setelah pihak berwenang mampu mengendalikan penyebaran dan pertambahan kasus Covid-19.

Terlepas dari kasus Covid-19 yang masih ditemukan secara sporadis di kota-kota perbatasan, China dinilai berhasil mengendalikan sebagian besar pandemi Covid-19 lebih cepat daripada banyak negara, karena pemberlakuan pembatasan aktivitas dan penguncian yang ketat pada fase awal pandemi Covid-19.

Editor : Jeanny Aipassa