Elon Musk Kembali Jual Saham Tesla Senilai Rp14,54 Triliun, Dekati Target 10 Persen Penjualan
JAKARTA, iNews.id - CEO Tesla Elon Musk kembali menjual saham miliknya di perusahaan mobil listrik tersebut. Musk diketahui telah menjual 934.090 saham atau senilai 1,02 miliar dolar AS, setara Rp14,54 triliun.
Dikutip dari CNBC, menurut perkiraan, Musk masih memiliki lebih dari 1 juta saham untuk dijual untuk mencapai target 10 persen November sekitar 17 juta saham.
Selain itu, Musk juga menggunakan opsi untuk membeli hampir 1,6 juta saham Tesla dengan harga kesepakatan 6,24 dolar AS per saham, yang diberikan kepadanya melalui paket kompensasi 2012.
Dalam menjalankan opsinya pada kuartal ini, kepemilikan Musk di Tesla telah meningkat dari sekitar 170,5 juta saham menjadi lebih dari 177 juta saham, menurut laporan Wall Street Journal.
Sejak 8 November, Musk telah melakukan penjualan sahamnya di Tesla, di mana sebagian hasil penjualan untuk membayar tagihan pajaknya yang menjulang atas opsi tersebut.
Musk juga melakukan survei kepada puluhan juta pengikut Twitter-nya pada minggu pertama November lalu. Dia menanyakan apakah dia harus menjual 10 persen sahamnya di Tesla, dan pengikutnya mayoritas menjawab "ya". Tetapi sebagian besar penjualan yang mengikuti jajak pendapat Twitter merupakan bagian dari rencana yang diadopsi Musk pada September tahun ini.
Di bawah aturan 10b5-1, pengurus perusahaan (termasuk CEO) dapat memperdagangkan ekuitas mereka sendiri sebagai bagian dari rencana manajemen portofolio yang telah diumumkan sebelumnya. Mereka harus menyatakan terlebih dahulu kapan dan bagaimana mereka berencana untuk berdagang untuk melindungi diri mereka dari tuduhan perdagangan orang dalam di kemudian hari.
Tahun ini, saham Tesla telah meningkat lebih dari 54 persen, dan menjadikan Musk orang terkaya di dunia. Kekayaan bersihnya sekarang lebih dari 275 miliar dolar AS, menurut perkiraan Forbes.
Adapun kekayaan Musk berasal dari kepemilikan saham di Tesla dan SpaceX. Saat ini dia tidak mengambil gaji atau bonus tunai, dan belum menjual sejumlah besar saham di Tesla hingga tahun ini. Sebaliknya, Musk mengambil pinjaman yang cukup besar terhadap sebagian saham Tesla-nya.
Karena pembayar pajak hanya membayar pajak atas pendapatan atau saham setelah dijual, Musk tidak pernah membayar pajak dalam jumlah besar setiap tahun relatif terhadap kekayaan bersihnya, seperti dilaporkan ProPublica.
Musk diperkirakan akan membayar tagihan pajak individu tunggal terbesar dalam sejarah AS, dengan pajak pendapatan federal dan California diperkirakan mencapai 11 miliar dolar AS. Dia akan diminta untuk membayar tagihan pajak ini untuk menerima kompensasi lebih dari 23 miliar dolar AS, dalam bentuk opsi saham yang jika tidak akan berakhir pada bulan Agustus.
Editor: Aditya Pratama