Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Saham SpaceX Anjlok, Kekayaan Elon Musk Menyusut Jadi Rp15 Kuadriliun
Advertisement . Scroll to see content

Emisi Karbon dari 1 Persen Orang Terkaya Tingkatkan Kelaparan hingga Kematian, Ini Penjelasannya

Rabu, 30 Oktober 2024 - 06:30:00 WIB
Emisi Karbon dari 1 Persen Orang Terkaya Tingkatkan Kelaparan hingga Kematian, Ini Penjelasannya
Riset Oxfam melaporkan emisi karbon tinggi yang berasal dari 1 persen orang terkaya di dunia memperburuk angka kelaparan, kemiskinan, dan kematian. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Organisasi nirlaba asal London, Oxfam melaporkan emisi karbon tinggi yang berasal dari 1 persen orang terkaya di dunia memperburuk angka kelaparan, kemiskinan, dan kematian. 

Pasalnya, kapal pesiar mewah, jet pribadi, investasi dalam industri yang mencemari lingkungan, dan konsumsi orang-orang super kaya ini juga membuat upaya pembatasan pemanasan global hingga 1,5 Celsius semakin sulit.

Melansir The Guardian, jika setiap orang di Bumi mengeluarkan gas yang menghangatkan planet dengan laju yang sama dengan rata-rata miliarder, maka anggaran karbon yang tersisa untuk menjaga suhu tetap berada dalam kisaran 1,5 Celsius akan habis dalam waktu kurang dari dua hari, menurut analisis Oxfam. 

Sebelumnya, Oxfam menyerukan pemerintah untuk mengenakan pajak kepada orang-orang super kaya guna mengurangi konsumsi berlebihan, mengalihkan pendapatannya untuk transisi ke energi bersih, serta memberi kompensasi kepada mereka yang paling terdampak oleh pemanasan global.

Penelitian Oxfam menemukan bahwa 50 orang terkaya di dunia menghasilkan emisi karbon lebih banyak dalam waktu kurang dari tiga jam daripada rata-rata orang Inggris sepanjang hidup mereka. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut