Erdogan Pastikan Uber Tak Bisa Lagi Berbisnis di Turki
Uber belum merespons pernyataan orang nomor satu di Turki. Sebelumnya, perusahaan tersebut mengaku siap mengikuti aturan yang berlaku untuk meningkatkan sistem transportasi di Turki sekaligus siap menjadi mitra negara tersebut untuk jangka panjang.
Di Turki, Uber mengklaim memiliki sekitar 2.000 mitra pengemudi taksi yang menggunakan aplikasinya untuk mencari pelanggan dan 5.000 mitranya yang memakai layanan UberXL yang menyediakan mobil dengan ukuran lebih besar.
Uber baru beroperasi di Istanbul, kota yang memiliki penduduk seperlima dari total penduduk Turki yang mencapai 81 juta jiwa. Rencananya, perusahaan yang didirikan oleh Travis Kalanick itu ingin memperluas operasinya di Bodrum dan Cesme. Namun, Uber menolak mengumumkan jumlah penggunanya di Turki.
Pada awal tahun, sekelompok supir taksi konvensional Istanbul mengajukan gugatan ke pengadilan untuk menghentikan operasi Uber yang dinilai mereka ilegal. Sejumlah laporan menyebut, kendaraan, pengemudi, dan konsumen Uber diancam hingga mendapat perlakuan kekerasan dari supir taksi kuning.
Editor: Rahmat Fiansyah