Erick Thohir: Jutaan WNI Berobat ke Luar Negeri, RI Kehilangan Devisa Rp97 Triliun

Suparjo Ramalan ยท Jumat, 10 Juni 2022 - 14:43:00 WIB
Erick Thohir: Jutaan WNI Berobat ke Luar Negeri, RI Kehilangan Devisa Rp97 Triliun
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan gara-gara 2 juta WNI berobat ke luar negeri, RI kehilangan devisa Rp97 triliun. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, Indonesia kehilangan devisa mencapai Rp97 triliun karena 2 juta warga berobat ke luar negeri setiap tahun. 

Karena itu, Erick mendorong penguatan ekosistem kesehatan melalui perusahaan pelat merah. Salah satunya, membangun Bali International Hospital. Rumah sakit ini ditargetkan rampung pada 2023 dan diharapkan mampu mengakomodir keperluan medis masyarakat tanpa harus berobat ke luar negeri

"Jutaan masyarakat Indonesia berobat ke luar negeri sampai kapan? Makanya kita dorong pengembangan rumah sakit internasional di Bali," kata Erick, Jumat (10/6/2022). 

Selain rumah sakit, dia memastikan BUMN bakal memproduksi vaksin Covid-19 secara massal. Saat ini, pengembangan vaksin BUMN sudah memasuki uji klinis tahap III dan ditargetkan dapat memproduksi hingga 120 juta dosis vaksin setiap tahun. Erick berharap vaksin BUMN akan mendapat Emergency Use Authorization (EUA) pada bulan depan.

Di sisi lain, Erick juga mendorong BUMN membangun kedaulatan teknologi dan digitalisasi untuk memaksimalkan potensi ekonomi digital yang mencapai Rp4.500 triliun pada 2030.

"Dalam era disrupsi, kita harus memiliki growth mindset, tidak boleh fixed mindset. Growth mindset buat anak muda Indonesia sangat penting. Hal ini memungkinkan diri untuk mengambil langkah berani agar dapat terus melaju. Jangan rentan untuk dikritik dan menghindar dari tantangan karena setiap masalah harus dihadapi," tutur dia. 

Erick juga telah menyiapkan sejumlah strategi, baik infrastruktur dengan refocusing bisnis Telkom dan Telkomsel. Selain itu, dukungan pendanaan dan investasi bagi perusahaan rintisan atau startup

Dia juga mendorong Indico sebagai agregator digital dan market access kreator lokal seperti platform edu-tech, health-tech, game publisher, music. Erick menyebut, Indonesia memerlukan 17 juta tenaga kerja yang melek digital di masa depan.

"Jangan sampai semua game dan konten itu dari asing, kita harus intervensi. Jangan sampai Indonesia hanya menjadi tempat bagi negara lain menumbuhkan ekonominya tanpa mengembangkan apapun di Indonesia. Kita harus memastikan pertumbuhan terjadi, baru kita bantu perekonomian dunia, jangan di balik dunia tumbuh, tapi Indonesia enggak," ujarnya.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda