Erick Thohir Siap Bawa 14 BUMN IPO di BEI

Suparjo Ramalan ยท Selasa, 27 April 2021 - 20:44:00 WIB
 Erick Thohir Siap Bawa 14 BUMN IPO di BEI
Menteri BUMN, Erick Thohir.

JAKARTA, iNews.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, siap membawa 14 perusahaan pelat merah melantai atau melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ke-14 perseroan tersebut terdiri dari BUMN dan anak usahanya dari sejumlah klaster. 

Dari dokumen yang diperoleh MNC Portal Indonesia, tercatat ada lima anak usaha PT Pertamina (Persero) yang akan melakukan Initial Public Offering (IPO). Sementara PT Telkom Indonesia (Persero) akan mencatatkan saham dua anak usahanya. 

Di klaster kesehatan, ada Induk Holding BUMN Farmasi, PT Bio Farma (Persero) juga akan melantai di pasar perdana Indonesia. Kemudian Indonesia Healthcare Corporation (IHC) atau PT Pertamina Bina Medika (Persero). 

Tak hanya itu, ada BUMN sektor perbankan, pertanian, dan pertambangan. "Rencana IPO BUMN dan anak usaha," tulis dokumen tersebut, Selasa (27/4/2021). 

Adapun daftar BUMN dan anak Usaha yang akan IPO di BEI adalah: 

Anak Usaha Pertamina:
PT Pertamina International Shipping (Persero)
PT Pertamina Geothermal Energi (Persero)
PT Pertamina Hulu Energi (Persero)
PT Pembamgkut Listrik Tenaga Uap (Persero)
PT Pertamina Hilir (Persero)

Sektor Kesehatan:
PT Indonesia Healthcare Corporation (Persero)
PT Bio Farma (Persero)

Sektor Perbankan, Pertanian, dan Pertambangan:
PT EDC and Payment Gateway (Persero)
PT Pupuk Kalimantan Timur (Persero)
PT PT Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel (Persero)
PT  Telkom Data Center (Persero)
PT Inalum Operating (Persero)
PT MIND ID (Persero)
PT Logam Mulia (Persero)

Menteri BUMN menargetkan Mitratel dan Pertamina Geothermal Energy akan melakukan IPO pada 2021 ini. Secara agregat aksi korporasi itu dilakukan hingga 2023 mendatang. 

"BUMN untuk tiga tahun depan akan go public, perusahaan BUMN menjadi bagian dari transformasi agar bisa berjalan good corporate governance yang bisa dijaga ke depan," ujar Erick. 

Editor : Jeanny Aipassa