Facebook Diboikot, Mark Zuckerberg Bukan Lagi Orang Terkaya Ketiga Dunia

Suparjo Ramalan ยท Minggu, 28 Juni 2020 - 10:30 WIB
Facebook Diboikot, Mark Zuckerberg Bukan Lagi Orang Terkaya Ketiga Dunia

Founder & CEO Facebook, Mark Zuckerberg. (Foto: AFP)

SAN FRANSISCO, iNews.id - Sejumlah perusahaan global memboikot iklan di media sosial, terutama Facebook. Platform media itu dinilai menjadi ajang menunjukkan ujaran kebencian (hate speech).

Beberapa perusahaan global yang menghentikan iklan itu di antaranya Unilever, Coca Cola, dan Verizon. Mereka meminta mitra media sosial untuk memastikan platform aman dari rasisme.

Aksi boikot iklan itu direspons negatif investor Facebook. Pada perdagangan Jumat (26/6/2020), harga saham Facebook anjlok 8,3 persen, terburuk dalam tiga bulan terakhir.

Penurunan harga saham itu membuat nilai kapitalisasi pasar Facebook hilang 56 miliar dolar AS. Kekayaan Founder & CEO Facebook, Mark Zuckerberg juga turun 7 miliar dolar AS atau hampir Rp100 triliun dalam sehari.

Imbasnya, posisi Zuckerberg sebagai orang terkaya ketiga di dunia digeser oleh Bernard Arnault. Bos Louis Vuitton itu kini masuk tiga besar orang terkaya di dunia bersama Jeff Bezos dan Bill Gates.

Unilever, salah satu pengiklan terbesar di Facebook, akan menghentikan iklan mulai bulan depan di Facebook, Twitter, dan Instagram. Kebijakan yang berlaku secara global itu berlaku hingga akhir tahun. Coca Cola juga mengambil langkah serupa untuk sedikitnya 30 hari ke depan.

Zuckerberg mengatakan, Facebook telah meluncurkan kebijakan baru untuk melawan ujaran kebencian di platform medsos. Facebook diketahui juga pemilik Instagram.

"Tidak ada pengecualian untuk politisi mana pun dari kebijakan yang saya umumkan hari ini," ujar Zuckerberg, dikutip dari Fortune, Minggu (28/6/2020).

Editor : Rahmat Fiansyah