Fakta-Fakta Sanksi Negara-Negara di Dunia untuk Rusia, Paling Ekstrem Jerman

Shelma Rachmahyanti ยท Sabtu, 12 Maret 2022 - 15:41:00 WIB
Fakta-Fakta Sanksi Negara-Negara di Dunia untuk Rusia, Paling Ekstrem Jerman
AS larang impor minyak dari Rusia. (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id – Sejumlah negara-negara di dunia, khususnya Amerika Serikat (AS) dan sekutu Barat, telah memberikan sanksi terhadap Rusia. Sanksi tersebut merupakan bentuk tekanan terhadap Rusia terkait invasi ke Ukraina. 

Beragam sanksi yang diberikan terhadap Rusia, mulai dari pembekuan aset para elit dan miliarder, hingga larangan ekspor energi dan sejumlah produk dari negara beruang merah itu. 

Adapun negara-negara yang memberikan sanksi keras terhadap Rusia, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Jerman, dan Jepang. Sejak Rusia menyerang Ukraina pada 24 Februari 2022, Barat menjatuhkan sanksi dan terus menambah daftar sanksi terbaru di berbagai bidang. 

Berikut fakta-fakta sanksi yang diterima Rusia dari negara-negara di dunia yang dilansir dari berbagai sumber, Sabtu (12/3/2022).

1. Amerika Serikat (AS)

AS membatasi penggunaan layanan dari operator seluler Rusia, yakni Rostelecom. Kemudian, AS juga membatasi ekspor teknologi kelas tinggi bagi keamanan dan pertahanan Rusia.

Selain itu, AS juga membatasi dua bank terbesar Rusia serta hampir 90 anak perusahaan lembaga keuangannya di seluruh dunia.

2. Inggris

Inggris melakukan pembekuan terhadap aset dua bank terbesar Rusia. Inggris juga memblokir sejumlah perusahaan Rusia untuk berbisnis di negara tersebut.

3. Kanada

Kanada membatasi 58 individu dan entitas Rusia, termasuk bank, elit keuangan, dan keluarga mereka.

Kemudian, Kanada juga membatasi kegiatan ekspor ke Rusia. Selain itu, Kanada mendukung dilakukannya pemotongan beberapa bank Rusia dari jaringan SWIFT.

4. Jerman

Dari sekian negara yang menjatuhkan sanksi kepada Rusia, Jerman tercatat menjadi negara yang paling ektrem. Pasalnya, Jerman memutuskan menghentikan proyek pipa gas bawah laut, Nord Stream 2, yang dianggap dapat menjadi bumerang bagi negara itu.  

Kanselir Jerman Olaf Scholz telah mengumumkan pembekuan proyek pipa gas bawah laut, Nord Stream 2, senilai 11 miliar dolar AS atau sekitar Rp158 triliun sebagai tanggapan atas agresi militer Rusia ke Ukraina.

Sikap Berlin terhadap Kremlin dinilai menjadi bumerang. Pasalnya, Jerman memiliki ketergantungan gas alam sebanyak 55 persen, kemudian 35 persen minyak bumi, dan 50 persen batu bara dari Rusia, menurut laporan Menteri Ekonomi Jerman, Robert Habeck, dilansir Euractiv.

Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck memastikan pasokan energi negaranya akan terjamin meskipun tanpa pengiriman gas, minyak, hingga batu bara dari Rusia.

"Kami akan membeli lebih banyak gas, dan juga batu bara dari negara lain," kata Habeck dalam siaran ZDF, dilansir Reuters.

5. Jepang

Jepang mengatakan siap bergabung dengan Amerika Serikat (AS) dan negara-negara industri G7 lainnya dalam menjatuhkan sanksi terhadap Rusia, jika Presiden Vladimir Putin memerintahkan invasi ke Ukraina.

Konfirmasi dari Tokyo datang ketika krisis di Eropa semakin dalam, dengan pemimpin Rusia pada Senin (21/2/2022) memerintahkan pasukan ke dua wilayah yang memisahkan diri di Ukraina Timur yang sekarang diakui Rusia sebagai negara merdeka.

Perdana Menteri Fumio Kishida mengatakan bahwa “tindakan Rusia itu tidak dapat diterima dan merupakan pelanggaran hukum Internasional”, mengatakan kepada wartawan bahwa Jepang siap untuk merespons dengan tanggapan yang lebih kuat, yang dapat mencakup sanksi. 

Pada Kamis, (17/2/2022) PM Kishida menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin mendesaknya untuk menahan diri. Namun pembicaraan keduanya tak berjalan mulus, sehingga Jepang mengumumkan sanksi baru. 

Adaapun sanksi terbaru Jepang mencakup larangan chip semikonduktor dan ekspor teknologi utama lainnya dan pembatasan yang lebih ketat pada bank-bank Rusia, surat kabar Yomiuri melaporkan sebelumnya.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda