Fakta Robinsons Singapura Tutup, Berusia 162 Tahun hingga Pernah Dibom Jepang
5. Sempat Dimiliki Lippo Group
Pada 2006, Lippo Group lewat Auric Pacific Group membeli 29,9 persen saham Robinsons & Co dari OCBC dan Great Eastern Holdings. Saat itu, nilai pembeliannya mencapai 203 juta Singapura, setara Rp1 triliun.
Ekspansi bisnis Lippo tersebut untuk memperkokoh posisinya sebagai pemain utama di bisnis ritel. Di Indonesia, Lippo Group diketahui mempunyai Hypermart dan Matahari.
6. Investor Dubai Jadi Pemilik Terakhir
Robinsons dikuasai Al-Futtaim Group pada 2008. Perusahaan asal Uni Emirat Arab (UEA) itu menguasai 88 persen saham Robinsons & Co dari Lippo Group selaku pengendali saham.
Al-Futtaim memiliki bisnis ritel yang cukup banyak di Negeri Singa. Perusahaan tersebut mengoperasikan toko Marks & Spencer, Zara, dan Ted Baker di Singapura.
7. Robinsons Tutup Permanen
Pandemi Covid-19 dan tren belanja online menekan bisnis Robinsons yang menyasar kelas menengah ke atas. Perusahaan tak tertarik mengembangkan bisnis online untuk Robinsons.
Alasannya, konsep department store yang menjadi bisnis inti Robinsons tidak akan mungkin sukses. Pasalnya, tiap pemilik merek kini memilih menjual dan menjaga brand produk masing-masing secara online. Perusahaan masih mengoperasikan sejumlah toko John Little (Singapura) dan Marks & Spencer (Singapura dan Malaysia).
Editor: Rahmat Fiansyah