Fasilitas Fitofarmaka Ditargetkan Produksi 2027 demi Dorong Kemandirian Farmasi

Advenia Elisabeth ยท Minggu, 21 Agustus 2022 - 10:26:00 WIB
Fasilitas Fitofarmaka Ditargetkan Produksi 2027 demi Dorong Kemandirian Farmasi
Menperin Agus Gumiwang mengatakan, fasilitas fitofarmaka atau House of Wellness mulai produksi 2027. (Foto: dok Kemenperin)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sedang membangun fasilitas fitofarmaka di Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Kimia, Farmasi, dan Kemasan di Jakarta. Fasilitas ini ditarget kelar pada dua tahun mendatang.

Fasilitas yang dibangun melalui pendanaan Surat Berharga Syariah Negara itu diberi nama House of Wellness, dengan tujuan mengembangkan produk fitofarmaka dan mewujudkan Indonesia sebagai negara mandiri dalam industri kesehatan, baik dari sisi obat-obatan maupun alat kesehatan. Fasilitas tersebut akan mengolah bahan baku alam menjadi simplisia, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka yang memenuhi standar Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB).

Menperin Agus Gumiwang berharap, House of Wellness dapat bermanfaat secara optimal sehingga mampu berkontribusi terhadap penguatan ketahanan kesehatan melalui peningkatan kemandirian obat nasional. 

“Di samping itu, kami akan menjadikan BSPJI Kimia, Farmasi, dan Kemasan sebagai pusat kolaborasi seluruh stakeholder industri obat berbahan baku alam,” kata dia dalam keterangannya, dikutip Minggu (21/8/2022).

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin Doddy Rahadi melaporkan, pembangunan House of Wellness saat ini telah sampai di tahap struktur dan akan segera memasuki tahapan pekerjaan selanjutnya. 

Fasilitas ini ditargetkan selesai dibangun dan mulai memproduksi ekstrak bahan alam pada 2024 serta mampu memproduksi fitofarmaka pada 2027.

“House of Wellness menempati lahan seluas 3000 m2 dengan fasilitas meliputi laboratorium quality control (QC), laboratorium pengembangan produk, dan laboratorium pengujian bahan alam yang terakreditasi ISO 17025,” ujar Doddy. 

Selain untuk produksi fitofarmaka, dia menjelaskan, fasilitas ini juga akan dikembangkan sebagai pusat pengembangan dan otentifikasi minyak atsiri, yang akan dipadukan dengan teknologi 4.0 dan masuk ke dalam ekosistem SINDI 4.0. Doddy menyampaikan, kehadiran House of Wellness merupakan sarana bagi Kemenperin untuk membangun berbagai kerja sama dengan melibatkan unsur akademisi, bisnis, pemerintah, komunitas, dan inovator melalui konsep kemitraan yang akuntabel dan partisipatif. 

“Fasilitas ini juga merupakan dukungan kepada konstruksi sistem kesehatan nasional dengan tetap berpedoman pada nilai-nilai kemajuan dan kearifan lokal bangsa Indonesia,” tuturnya.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda