Fintech Mulai Gerogoti Perbankan, Ini Kata Bos Bank Mandiri
Tiko menilai, pelaku fintech bisa berlari lebih cepat karena memiliki peluang bereksperimen lebih bebas dengan regulasi yang longgar. Dia pun mengakui perbankan belajar bagaimana fintech berinovasi di sektor jasa keuangan.
"Kita coba beradaptasi dengan membuat venture capital, yang kita juga bisa melakukan penyertaan di pemain challenger. Supaya kita bisa tahu bagaimana cara kita mengembangkan aplikasinya, bagaimana mereka berpikir, bagaimana kita bisa berkolaborasi," ucapnya.
Tiko mengatakan, konsumen saat ini lebih mementingkan kecepatan dalam melakukan transaksi pembayaran. Konsumen tidak lagi melihat siapa yang memfasilitasi pembayaran mereka.
"Yang penting payment-nya beres. Dia tidak peduli apa mau fintech, pakai Visa, GPN, melalui tools-nya bank, tidak peduli yang penting payment-nya bisa terlaksana dengan cepat, aman, dan bisa memberikan benefit dengan adanya promo-promo," tuturnya.
Kendati demikian, Tiko berharap OJK dan BI bisa lebih longgar terhadap perbankan. Hal ini supaya perbankan tidak tersalip fintech.
"Kita ke depan ingin makin dalam kerja sama dengan regulator, untuk membuat pola persetujuan maupun room yang diberikan untuk pemain yang existing, lebih lebar dari pada yang sekarang, sehingga kita bisa agak lebih speed-nya bersaing dengan non tradisional bank ini bisa lebih cepat dan lebih terbuka," katanya.
Editor: Rahmat Fiansyah