Bulu Mata Palsu Asal Desa di Purworejo Go Internasional, Diminati di Turki Hingga AS

Advenia Elisabeth ยท Senin, 27 September 2021 - 18:06:00 WIB
Bulu Mata Palsu Asal Desa di Purworejo Go Internasional, Diminati di Turki Hingga AS
Bulu mata palsu produksi warga desa di Purworejo diekspor ke sejumlah negara, antara lain Turki dan Amerika Serikat (AS). (Foto: Istimewa)

PURWOREJO, iNews.id – Produk bulu mata palsu hasil karya warga Desa Sejahtera Astra (DSA) di Purworejo, Jawa Tengah (Jateng), go internasional dengan diekspor ke enam negara, antara lain Turki, Zimbabwe, dan Amerika Serikat (AS). 

Pada Senin (27/9/2021), Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama PT Astra International Tbk melakukan pelepasan ekspor bulu mata palsu senilai 30.000 dolar AS, oleh PT Diva Prima Cemerlang, yang merupakan fasilitator bulu mata palsu DSA Purworejo.

“Kami sangat mengapresiasi upaya PT Diva Prima Cemerlang dalam memfasilitasi produk unggulan desa mendunia, termasuk ke pasar non tradisional dan juga ke pasar AS, dimana persaingan dan persyaratan pemasarannya sangat ketat,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Didi Sumedi, dalam keterangannya, Senin (27/9/2021).

Menurut dia, kegiatan pelepasan ekspor ini merupakan bukti nyata keberhasilan produk unggulan desa yang berkontribusi terhadap penguatan perekonomian nasional dan perlu terus didukung agar bisa dilakukan secara kontinu.

“Dengan dilakukannya pelepasan ekspor ini, diharapkan dapat memacu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di level desa lainnya untuk lebih semangat berkarya dan ikut memasuki pasar internasional,” ungkap Didi.

Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Kemendag, Marolop Nainggolan, menjelaskan pelepasan ekspor bulu mata palsu ini merupakan salah satu hasil kerja sama Ditjen PEN Kemendag dan PT Astra International Tbk dalam program Pengembangan Ekspor Produk Unggulan Desa yang ditandatangani pada 28 Juli 2021 lalu.

“Dalam kerja sama ini, kedua pihak berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas ekspor sekitar 755 desa dalam program DSA agar berdaya saing dan mampu berkompetisi di pasar global,” ujar Marolop.

Dia menjelaskan, DSA Purworejo merupakan salah satu kawasan desa yang telah memberdayakan lebih dari 200 masyarakat lokal di tiga desa dalam memproduksi bulu mata palsu.

“Kita harus lebih jeli melihat peluang yang masih terbuka lebar di pasar internasional. Diharapkan ekspor bulu mata palsu ini akan terus berlanjut dan mendapatkan repeat order dengan jumlah transaksi yang lebih besar dan negara tujuan ekspor yang semakin bertambah,” tutur Marolop.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: