Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kemendag Musnahkan 16.591 Balpres Pakaian Bekas Impor Ilegal, Tindak Tegas Pelanggaran
Advertisement . Scroll to see content

GSP Diperpanjang, Wamendag Optimistis Perdagangan RI-AS Meningkat

Senin, 02 November 2020 - 21:53:00 WIB
GSP Diperpanjang, Wamendag Optimistis Perdagangan RI-AS Meningkat
Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga. (Foto: Humas Kemendag)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Amerika Serikat (AS) memperpanjang Generalized Preference System (GSP) untuk beberapa negara, termasuk Indonesia. Fasilitas yang diberikan berupa tarif impor khusus yang lebih rendah.

Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga mengatakan, fasilitas ini diperoleh setelah serangkaian perundingan yang alot.

“Kita bersyukur dan gembira dengan diperpanjangnya fasilitas GSP oleh Pemerintah Amerika Serikat. Ini adalah hasil usaha perundingan perdagangan yang dilakukan oleh Kementerian Perdagangan dan kementerian/lembaga lain. Intinya ini adalah hasil dari upaya dari semua pihak dan kami mengapresiasi kerja sama yang baik ini," katanya, Senin (2/11/2020).

Wamendag menilai, AS adalah mitra dagang Indonesia yang sangat penting karena menjadi yang terbesar kedua setelah China. Neraca perdagangan Indonesia dengan AS bersama India dan Filipina selama ini menyumbang surplus terbesar dalam perdagangan luar negeri Indonesia.

Sepanjang Januari-September 2020, neraca perdagangan Indonesia dengan AS surplus 1,08 miliar dolar AS. Dari jumlah tersebut, nilai ekspor yang menggunakan fasilitas GSP mencapai dua digit dengan komoditas ekspor utama berupa tas, perhiasan emas, ban truk dan bis, kabel, dan alat musik.

Dia berharap, tarif preferensi memberikan dampak positif berupa menguatnya daya saing produk Indonesia di pasar AS. Pelaku usaha diminta memanfaatkan fasilitas secara optimal. Kemendag siap bersinergi dan kolaborasi dengan semua stake holders.

“Kami yakin kementerian teknis yang mengurusi produksi akan segera menindaklanjuti kesempatan ini. Kami di Kementerian Perdagangan yang bertanggung-jawab di hilir siap selalu untuk bergandeng tangan sehingga misi presiden untuk meningkatkan surplus neraca perdagangan bisa tercapai.” ucapnya.

Wamendag juga berharap hubungan bilateral Indonesia dan AS semakin baik ke depan, terutama menjelang Pilpres di negara tersebut. Siapapun pemenangnya Donald Trump atau Joe Biden, Indonesia tetap akan terus melanjutkan hubungan baik khususnya dalam bidang perdagangan.

"Kita berhubungan dagang dengan semua negara dengan prinsip saling menguntungkan dan dalam rangka mencapai perdamaian kesejahteraan bersama, karena itu kita tidak berhenti mengembangkan hubungan perdagangan melalui perjanjian-perjanjian baik bilateral, regional maupun multilateral," tuturnya.

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut