Hadiri Pertemuan Tahunan IMF di AS, Sri Mulyani Beberkan Isu Ekonomi Dunia

Advenia Elisabeth ยท Jumat, 15 Oktober 2021 - 21:42:00 WIB
 Hadiri Pertemuan Tahunan IMF di AS, Sri Mulyani Beberkan Isu Ekonomi Dunia
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati (kiri), disela-sela pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (15/10/2021). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, membeberkan serangkaian isu ekonomi dunia yang dibahas dalam pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF), di Washington DC, Amerika Serikat (AS). 

Sri Mulyani diketahui telah menghadiri pertemuan tahunan IMF tersebut, yang pada Jumat (15/10/2021), memasuki hari kedua. 

Dalam unggahan di akun Instagramnya, Sri Mulyani mengungkapkan IMF menyoroti pemulihan ekonomi dunia yang tidak merata di seluruh negara karena tidak semua negara mampu mendapat akses vaksin Covid-19.

"Hari kedua pertemuan tahunan IMF World Bank. Pembahasan mengenai pemulihan ekonomi dunia yang tidak merata akibat tidak semua negara mampu mendapat akses vaksin Covid dan munculnya tantangan dan ketidakpastian baru yang menimbulkan komplikasi bagi para pembuat kebijakan,” tulis Sri Mulyani dikutip dari media sosial resminya @smindrawati, Jumat (15/10/2021).

Menkeu mengungkapkan, keadaan seperti itu didorong oleh naiknya harga-harga komoditas. Di mana hal itu memicu menaikkan angka inflasi di negara-negara maju.  

“Naiknya harga minyak dan gas, harga komoditas, harga pangan, ditambah dengan disrupsi rantai supply- telah menimbulkan tekanan inflasi tinggi di berbagai negara-negara maju,” tutur Sri Mulyani.

Kondisi ini, lanjutnya, akan memaksa perubahan kebijakan moneter di negara maju yang berpotensi menimbulkan dampak rambatan spillover ke seluruh dunia. 

"Akibatnya semua negara mengalami penurunan ruang fiskal dan moneter, sementara tekanan ekonomi masih belum menurun," kata Menkeu. 

Terlebih kompleksitas lingkungan global yang masih menjadi isu dunia, termasuk pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Maka dibutuhkan kebijakan akan penanganan serta sumber data yang tepat agar kebijakan yang dibuat dapat cepat diimplementasikan dengan baik. 

"Kompleksitas lingkungan global juga masih ditambah dengan tantangan perubahan iklim dan pandemi yang belum berakhir, yang menuntut semua negara untuk menyusun kebijakan penanganan, yang membutuhkan sumber data/resource yang tidak sedikit, namun apabila tidak ditangani sejak sekarang akan menimbulkan dampak kerugian material yang sangat besar dan bahkan krisis kemanusiaan,” papar Menkeu.

Oleh karena itu, Sri Mulyani menilai tantangan yang ada perlu dihadapi dan ditangani dengan kombinasi kebijakan fiskal, moneter. Di mana tidak hanya bersifat responsif dan fleksibel, namun tetap terukur dan akuntabel. Konsolidasi fiskal juga harus dilakukan secara bertahap dan perkuatan pemulihan.

"Reformasi struktural untuk membangun dan memperkuat fondasi ekonomi yang produktif, inovatif dan kompetitif harus terus dilakukan dengan konsisten dan efektif serta berhasil guna," ujar Sri Mulyani.

Dia menambahkan, Indonesia harus terus melakukan langkah-langkah pemulihan ekonomi dan memperkuat fondasi ekonomi dengan berbagai langkah reformasi struktural. Termasuk menyatukan semua pemangku kepentingan.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: