Harga BBM Bersubsidi Belum Naik, Sri Mulyani Peringatkan Subsidi Energi Rp502 Triliun Akan Jebol

Michelle Natalia ยท Kamis, 25 Agustus 2022 - 19:31:00 WIB
Harga BBM Bersubsidi Belum Naik, Sri Mulyani Peringatkan Subsidi Energi Rp502 Triliun Akan Jebol
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. (foto: dok. iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, memperingatkan bahwa anggaran kompensasi dan subsidi energi sebesar Rp502 triliun akan jebol jika pemerintah tidak melakukan penyesuaian atau menaikkan harga BBM bersubsidi 

Menurut dia, kompensasi dan subdisi energi sebesar Rp502,4 triliun yang dianggarkan tidak akan cukup untuk menahan dampak dari kenaikan harga minyak dunia. Angaran tersebut bahkan sudah mencapai 3 kali lipat dari rencana anggaran awal yang hanya sebesar Rp155 triliun.

"Subsidi energi Rp502,4 triliun ini akan terlewati, karena ini dampak harga minyak dunia (ICP) di pasar global yang naik, namun pemerintah belum melakukan penyesuaian harga BBM bersubsidi dengan nilai keekonomiannya," ungkap Sri dalam rapat kerja dengan Komite IV DPD RI di Jakarta, Kamis(25/8/2022). 

Dia menyebutkan bahwa tren harga minyak dunia terus meningkat, bahkan rata-rata harganya sudah mencapai 105 dolar AS per barel. Padahal dalam APBN 2022, asumsi harga minyak dunia dipatok 100 dolar AS per barel, nyatanya sudah mencapai 105 dolar ASper barel.

Hal ini, lanjutnya, semakin diperparah dengan melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, bahkan melebihi dari yang diasumsikan, seiring pengetatan moneter yang dilakukan banyak negara karena lonjakan inflasi yang tinggi.

"Extreme trade yang tadi mengakibatkan pengetatan moneter dan pelemahan 5 persen di Rp14.750 per dolar AS," ungkap Sri Mulyani.

Memandang situasi global saat ini, dia mengatakan APBN 2023 dirancang dengan tema optimis dan tetap waspada. APBN sebagai instrumen negara harus mewaspadai dampak geopolitik Rusia dan Ukraina yang belum nampak pertanda kapan berakhirnya.

"Konflik geopolitik ini tidak akan selesai dalam waktu dekat dan kita tidak pernah tahu kapan berakhir dan dalam bentuk apa. Ini menimbulkan ketidakpastian yang tinggi, makanya policy kita harus menjaga dengan waspada," tutur Sri. 

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda