Harga Minyak Mentah Melemah Jelang Pertemuan The Fed Pekan Ini
JAKARTA, iNews.id - Harga minyak mentah melemah pada perdagangan, Senin (25/7/2022) di tengah penantian pasar terhadap pertemuan Federal Reserve (The Fed) pada pekan ini. Pertemuan tersebut diproyeksikan bakal menaikkan suku bunga demi menahan lonjakan inflasi.
Data bursa Intercontinental Exchange hingga pukul 09:23 WIB menunjukkan, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September terkoreksi 0,73 persen menjadi 102,66 dolar AS per barel. Dalam lima hari terakhir Brent kontrak ini tertekan 3,34 persen.
Sedangkan, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange (NYMEX) mencatat untuk pengiriman September turun 0,89 persen menjadi 93,86 dolar AS per barel. WTI turun 5,76 persen dalam lima hari perdagangan.
Adapun suku bunga The Fed dapat memicu perlambatan ekonomi global sekaligus menghambat pertumbuhan permintaan bahan bakar.
Harga Bitcoin Anjlok, Keluarga Ini Kehilangan Nilai Aset Sebesar Rp14,97 Miliar
Sebelumnya, pejabat The Fed telah mengindikasikan bahwa bank sentral kemungkinan akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin di pertemuan mereka pada 26-27 Juli 2022. Analis menilai hal ini dapat membebani harga minyak dan dinilai bakal semakin membuatnya jatuh.
Kisah Howard Schultz, Pernah Jadi Loper Koran hingga Bawa Starbucks Mendunia
"Harga kemungkinan akan tetap bearish di tengah kekhawatiran bahwa kenaikan suku bunga akan memangkas permintaan bahan bakar global," ujar kepala analis di Fujitomi Securities Co Ltd, Kazuhiko Saito dikutip dari Reuters, Senin (25/7/2022).
Dari sisi persediaan, pasar mencermati kabar dari National Oil Corporation (NOC) Libya, yang melaporkan adanya penambahan produksi 1,2 juta barel per hari (bph) dalam dua minggu terakhir.
Kisah Ali Banat, Miliarder Muslim yang Sumbangkan Seluruh Hartanya hingga Akhir Hayat
Sementara itu, Uni Eropa pada pekan lalu menyatakan akan mengizinkan perusahaan milik Rusia untuk mengirim minyak ke negara-negara berkembang, di luar dari sanksi yang disepakati oleh anggota mereka pada pekan lalu yang bertujuan membatasi risiko keamanan energi global.
Namun pada hari Jumat (22/7/2022), Gubernur Bank Sentral Rusia Elvira Nabiullina menegaskan Rusia tidak akan memasok minyak ke negara-negara yang masih mengenakan batasan harga terhadap Kremlin.
Sebut Miliki Potensi Jangka Panjang, Tesla Ternyata Sudah Jual 75 Persen Aset Bitcoin
Editor: Aditya Pratama