Harga Saham IPPE Sentuh Auto Reject Atas pada Perdagangan Perdana di Bursa 

Dinar Fitra Maghiszha · Kamis, 09 Desember 2021 - 11:34:00 WIB
Harga Saham IPPE Sentuh Auto Reject Atas pada Perdagangan Perdana di Bursa 
Saham PT Indo Pureco Pratama Tbk (IPPE) langsung menyentuh auto reject atas pada perdagangan perdana di BEI. (foto: dok. iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Saham PT Indo Pureco Pratama Tbk (IPPE) langsung melesat pada perdagangan perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pagi ini, Kamis (9/12/2021). Hingga pukul 10:24 WIB, emiten konsumsi non-siklikal itu langsung menyentuh auto rejection atas (ARA) atau 35 persen ke level Rp135 per saham dari harga perdananya di Rp100.

Meski sempat tergelincir ke area Rp94, saham emiten yang bergerak di bidang industri pengolahan minyak kelapa ini terpantau menduduki top gainers perdagangan.

Adapun investor memborong IPPE total sebanyak 115,66 juta lembar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp13,63 miliar.

Sebagai catatan, Indo Pureco Pratama merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri pengolahan minyak kelapa. Perseroan didirikan pada tanggal 20 Maret 2019 dan melakukan penjualan pada bulan Mei 2019 dengan sejumlah produk.

IPPE menawarkan saham perdana sebanyak-banyaknya 1 miliar saham dengan harga perdana Rp100 per saham. Jumlah saham yang ditawarkan itu sebesar 21,74 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah IPO.

Melalui proses IPO ini, Indo Pureco Pratama diperkirakan bakal meraup dana Rp 100 miliar. Perseroan akan memakai dana hasil IPO ini sekitar 60,89 persen untuk belanja modal seperti membeli mesin-mesin untuk pabrik CCO, RBD, VCO dan packing dan pembangunan pabrik.

Selain itu sekitar 39,11 persen untuk modal kerja antara lain uang muka pembelian bahan baku, biaya operasional kantor dan biaya produksi.

Direktur Utama Indo Pureco Pratama, Syahmenan menuturkan langkah perseroan untuk masuk Bursa melalui IPO adalah bagian dari strategi untuk meningkatkan ekspansi usaha, kapasitas pendanaan, tata kelola, dan prinsip keterbukaan.

"Kelapa juga merupakan komoditas yang penting bagi rakyat Indonesia dan dapat menjadi penggerak ekonomi rakyat. Hal itu dapat dilihat dari pengelolaan pertanaman kelapa di Indonesia yang sebagian besar dikelola oleh rumah tangga petani. Oleh karena itu, pengembangan kelapa menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat dan meningkatkan perekonomian nasional," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (9/12/2021).

Perseroan meyakini bahwa sebagai perusahaan publik diharapkan dapat menambah nilai tambah bagi stakeholder.

Editor : Aditya Pratama

Bagikan Artikel: