Harga Sembako Meroket Jelang Natal dan Tahun Baru, Tertinggi Cabe Rawit Merah

Advenia Elisabeth ยท Sabtu, 04 Desember 2021 - 14:38:00 WIB
 Harga Sembako Meroket Jelang Natal dan Tahun Baru, Tertinggi Cabe Rawit Merah
Nokani (42), pedagang cabe di Pasar Mini, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (4/12/2021). (foto: MPI/Advenia Elisabeth)h

BEKASI, iNews.id - Harga sembako di sejumlah pasar tradisional meroket menjelang Natal dan Tahun Baru. Kenaikan harga tertinggi terutama pada cabe rawit merah dan cabe rawit hijau

Dari pantauan MNC Portal Indonesia, kenaikan harga sembako terjadi pada kelompok cabe, minyak goreng, tomat, bawang merah, tepung terigu, gula, dan ikan asin.   

Di Pasar Mini, Bekasi, harga cabe rawit merah meroket menjadi Rp55.000/kg, dari harga sebelumnya Rp48.000/kg. Cabe rawit hijau juga turut melambung menjadi Rp38.000/kg dari Rp25.000/kg. Lalu cabe merah keriting kini dibanderol Rp35.000/kg dari sebelumnya Rp30.000-32.000/Kg.

Salah satu pedagang cabe, Nokani (42), mengatakan harga cabe yang dijualnya sudah melambung sejak dua minggu lalu. Menurutnya, hal ini dipicu karena musim penghujan yang menyebabkan banyak cabe busuk dan menjelang natal 2021 serta tahun baru 2022.

"Harga cabe naiknya sudah dua minggu yang lalu. Semalam harga cabe rawit merah saja Rp 55.000/kg. Awal-awal masih Rp 48.000/kg, terus lama-lama makin naik. Karena musim hujan pada busuk dan jelang natal tahun baru juga bikin harga jadi tinggi begini," kata Nokanikepada MNC Portal, Minggu (4/12/2021).

Dia juga menyebut bahwa harga sembako lainnya mengalami kenaikan, seperti bawang merah ukuran besar dibanderol Rp20.000/kg dari sebelumnya Rp15.000-18.000/kg. Sementara bawang merah ukuran kecil dijual seharga Rp17.000-18.000/kg, sebelumnya Rp13.000-14.000/kg.

Sementara pedagang ikan asin, Puli (52), menyebut harga berbagai jenis ikan asin meroket menjelang Natal dan Tahun Baru. Seperti ikan asin kapas dibanderol Rp 17.000/ons, teri medan ukuran besar naik Rp 17.000/ons, sebelumnya Rp 15.000/ons. Kemudian teri medan ukuran kecil Rp 15.000/ons, sebelumnya dijual seharga Rp 12.000-13.000/ons.

"Ikan asin kapas ini banyak yang cari, tapi jarang yang jual makanya mahal. Apalagi jelang hari besar pasti banyak yang cari. Kalau jenis ikan asin lainnya masih dalam harga standar. Seperti Ikan asin jambal Rp 13.000/ons, cumi Rp 27.000/ons," ujar Puli.

Dia mengungkapkan, secara umum naiknya harga ikan asin dipengaruhi oleh banyaknya barang yang tersedia. Artinya, jika barang dari pemasok banyak, maka harga turun. Sebaliknya, apabila dari pemasok jumlahnya sedikit atau langka, harga akan mengalami kenaikan.  

Sementara itu, salah satu pedagang minyak goreng, Kusyadi (50), menjelaskan harga minyak goreng kemasan terus merangkak naik sejak sebulan lalu. Sebelumnya dibanderol Rp25.000/2 liter, kini melonjak hingga Rp 36.000/2 liter.

"Sekarang yang termurah Rp36.000/ 2 liter. Padahal dulu-dulu Rp 25.000/ 2 liter. Nanti kalau sudah dekat Natal dan Tahun Baru bakal tambah naik lagi," ujar Kusyadi.

Dia mengatakan, harga tepung terigu, gula merah, dan bihun juga mengalami kenaikan. Tepung terigu kini dijual Rp 8.000/kg, padahal sebelumnya dihargai Rp 6.000/kg. Kemudian, gula merah juga merangkak naik menjadi Rp 15.000/kg, sebelumnya Rp 13.000/kg.

Di samping beberapa komoditas mengalami kenaikan, terdapat pula komoditas yang justru harganya mengalami penurunan, seperti telur ayam ras kini dijual seharga Rp 22.000/kg.

"Harga telur sekarang turun, sekilonya Rp22.000. Kemarin Rp 23.000/kg. Tiap hari harganya bisa berubah. Tergantung kondisi pasar. Kalau pembelinya banyak, harga bisa turun, kalau lagi sepi, harga naik," papar pedagang telur, Wahyu.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: