Harga Tanah di Daerah Penyangga IKN Nusantara Naik 10 Kali Lipat?

Iqbal Dwi Purnama · Jumat, 16 September 2022 - 12:33:00 WIB
Harga Tanah di Daerah Penyangga IKN Nusantara Naik 10 Kali Lipat?
Harga tanah di daerah penyangga IKN Nusantara naik 10 kali lipat?. (Foto: Antara/HO-Kementerian PUPR)

JAKARTA, iNews.id - Wakil Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia Bambang Eka Jaya mengatakan, terjadi pergerakan harga tanah di wilayah penyangga Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur. Bahkan kenaikannya diperkirakan mencapai 10 kali lipat dari sebelumnya. 

"Harga tanah yang pasti bergerak tentu di sekeliling IKN Nusantara yang sangat tinggi, lebih dari 10 kali lipat sebelum adanya pembangunan IKN Nusantara ini," kata dia dalam Market Review IDXChanel, Jumat (16/9/2022).

Bambang menjelaskan, proyek IKN Nusantara sebetulnya bisa menjadi booster pada pertumbuhan sektor properti di Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Timur dan sekitarnya. Karena itu, dia berharap bank tanah perlu diperbanyak untuk menghindari banyaknya spekulan tanah di wilayah penyangga IKN Nusantara.

"Fungsi Badan Otorita, dengan adanya itu diharapkan bisa menyiapkan land bank dan pengembangan yang akan dilakukan di sana tidak terhambat dengan masalah tanah," ujar Bambang.

Meski pemerintah sudah mengklaim tidak ada masalah pertanahan di kawasan tersebut, namun dia menilai, menjaga tanah dari spekulan di kawasan penyangga menjadi penting untuk diperhatikan. Dia mengatakan, jangan sampai hal tersebut justru menjadi hambatan dalam pengembangan pembangunan ke depannya.

"Pasti saat ini yang bergerak (harganya) daerah penyangga yang sudah tumbuh. Dengan adanya IKN akan semakin cepat geraknya, sedangkan di IKN sendiri yang baru dimulai (pembangunan) adalah wadahnya," ujar dia.

Pemerintah hanya membangun infrastruktur dasar yang bersumber dari APBN, seperti kantor Kementerian, sistem keamanan kota, rumah dinas serta sarana dan prasarana penunjang. Sedangkan pengembangannya akan dilakukan swasta.

"Nah itu juga (harga tanah) yang harus diatasi ya karena kalau kita lihat IKN akan baru berfungsi secara maksimal setelah pemerintahan aktif dan berfungsi di Ibu Kota Negara," ucap Bambang.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda