Harga TBS Belum Stabil, SPKS Dorong Pemda Fasilitasi Pembangunan Lembaga Petani Sawit Swadaya

Advenia Elisabeth ยท Selasa, 09 Agustus 2022 - 12:06:00 WIB
Harga TBS Belum Stabil, SPKS Dorong Pemda Fasilitasi Pembangunan Lembaga Petani Sawit Swadaya
SPKS mendorong agar pemda dapat memfasilitasi pembangunan kelembagaan petani sawit swadaya agar petani dapat bermitra dengan pabrik dalam penyediaan bahan baku. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Sekretaris Jenderal Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Mansuetus Darto mengatakan, saat ini harga kelapa sawit belum stabil pascapencabutan larangan ekspor crude palm oil (CPO). Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di level petani plasma, rata-rata tertinggi berkisar Rp2.150 per kilogram (kg) dan terendah Rp1.600 per kg. 

"Walaupun terjadi perbedaan harga antara petani plasma dan swadaya dengan selisih harga 20 persen, namun kita berharap harga sawit akan kembali bagus sehinga dapat meningkatkan kesejahteraan para petani sawit dan keluarga," ujar Darto kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (9/8/2022). 

Dia juga mengimbau kepada para petani agar terus merawat kebun untuk meningkatkan produksi hasil perkebunan dan mendorong agar pemerintah daerah dapat memfasilitasi pembangunan kelembagaan petani sawit swadaya, sehingga para petani dapat bermitra dengan pabrik dalam penyediaan bahan baku. 

"Dengan begitu, perbedaan harga TBS antara petani plasma dan swadaya tidak terlalu jauh," kata dia.

Fluktuasi harga TBS, kata Darto, sangat rentan terjadi di sektor kelapa sawit. Sebab, sawit merupakan orientasi pasar dan dominan ekspor. 

Jika terjadi masalah di arena pasar, maka akan berdampak ke harga TBS. Ini adalah risiko komoditas ekspor. Meski begitu, para petani sudah mengelola sawit luas dan harga TBS sawit petani tetap harus dijaga agar bisa memberikan kesejahteraan bagi para petani. 

"Ini yang mesti dijelaskan kepada para petani sawit oleh pemerintah dengan tidak menjanjikan target harga TBS. Namun pemerintah tetap diminta untuk melakukan stabilitasi pasar sawit dengan mendorong dan mempercepat kelapa sawit berkelanjutan agar sawit Indonesia tetap memiliki prospek positif di level global," ucapnya. 

Editor : Aditya Pratama

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda