Harga TBS Sawit Anjlok Hingga 57 Persen, Ini 3 Saran Apkasindo Kepada Pemerintah

Iqbal Dwi Purnama ยท Minggu, 26 Juni 2022 - 16:45:00 WIB
Harga TBS Sawit Anjlok Hingga 57 Persen, Ini 3 Saran Apkasindo Kepada Pemerintah
Hasil panen tandan buah segar kelapa sawit. (Foto: Ant)

JAKARTA, iNews.id - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) menyatakan Harga Tandan Buah Segar (TBS) milik petani sawit saat ini anjlok hingga mencapai 57 persen, meski pemerintah telah membuka kembali keran ekspor minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) pada akhir Mei 2022. 

Ketua Apkasindo, Gulat Manurung, mengatakan harga TBS milik para petani swadaya saat ini hanya dihargai Rp1.127/kg. Harga tersebut sekitar 24-57 persen di bawah harga normal, jika berdasarkan harga penetapan Dinas Perkebunan di 22 Provinsi.

"Untuk menyelesaikan masalah semakin turunnya harga TBS petani tidak ada pilihan lain, pemerintah harus mencabut atau mengurangi beban di hilir karena beban di hilir yang menanggungnya adalah hulu, seperti BK, PE, DMO-DPO dan FO (flush-out)," kata Gulat pada pernyataan tertulisnya kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (26/6/2022).

Gulat menjelaskan, pemerintah hanya memiliki 3 opsi untuk mengembalikan atau menormalkan harga TBS milik petani swadaya maupun petani mitra. Sebab TBS petani tidak berubah walaupun sudah dibuka keran ekspor.

Pertama, jika tetap menggunakan full beban seperti saat ini, seperti adanya PE (pungutan ekspor) ditambah BK (Bea Keluar) ditamnah DMO/DPO dan FO (flush out) maka harga CPO Indonesia hasil tender KPBN akan jatuh pada angka kisaran Rp9.227/kg (belum potong pajak), dan setelah ditransmisikan ke harga TBS Petani menjadi Rp1.963/kg (jika rendemen TBS 21 perssen). 

Kedua, jika beban hanya BK dan PE tidak ada DMO/DPO, dimana BK diturunkan dari 288 dolar AS/ton menjadi 200 dolar AS/ton dan PE (Pungutan Ekspor) dari 200 dolar AS ditekan menjadi 150 dolar AS totalnya menjadi 350 dolar AS, maka harga CPO Domestik Rp15.111/kg CPO dan harga TBS Petani naik menjadi Rp3.200/kg.

Ketiga, jika CPO tanpa beban sama sekali, maka harga CPO Indonesia akan sama dengan harga Rotterdam dan harga TBS Petani menjadi Rp4.050/kg TBS.

Namun Opsi ketiga ini tidak mungkinlah kami rekomendasikan dipilih pemerintah, karena negara butuh pemasukan dari BK dan BPDP-KS butuh dana dari PE untuk memutar dan menjalankan lima program BPDP-KS. 

"Jika ingin mencapai keinginan Presiden Jokowi yaitu minyak goreng rakyat tersedia serta terjangkau sesuai harga HET, harga TBS Petani dibeli dengan harga wajar, Perusahaan mendapatkan kepastian dan negara mendapat devisa serta pajak dari kespor CPO dan turunannya, tentu opsi kedua adalah yang paling tepat saat ini," tutur Gulat.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda