Heboh Trotoar di Tengah Jalan, Begini Penjelasan Kementerian PUPR

azhfar muhammad ยท Sabtu, 04 Desember 2021 - 20:26:00 WIB
Heboh Trotoar di Tengah Jalan, Begini Penjelasan Kementerian PUPR
Ilustrasi renovasi trotoar. (Foto: dok iNews)

JAKARTA, iNews.id - Trotoar atau side walk merupakan bagian dari jalan untuk pejalan kaki. Umumnya letaknya di bahu jalan dan dibuat lebih tinggi dari permukaan jalan karena berfungsi sebagai pengaman bagi pejalan kaki.

Namun belakangan warganet dihebohkan dengan letak trotoar di tengah jalan, tepatnya di Jalan Raya Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur. Trotoar tersebut memicu komentar miring dari warganet karena dinilai tak lazim dan tak berfugsi. 

Dilansir dari akun media sosial resmi  Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR,  trotoar merupakan bagian dari jalan yang disediakan khusus untuk pejalan kaki, yang umumnya ditempatkan di sisi luar sejajar dengan jalur lalu lintas, dan dipisah dari jalur lalu lintas oleh permukaannya yang ditinggikan dan dilengkapi kerb.

“Fasilitas ini tidak lazim diadakan pada jalan antarkota, namun trotoar bisa ditemui pada lokasi-lokasi tertentu seperti dekat sekolah, rumah ibadah, rumah sakit, dan lain-lain, untuk menfasilitas pergerakan pejalan kaki,” tulis akun resmi Dirjen Bina Marga dikutip MPI, Sabtu (4/11/2021). 

Dalam keterangannya, trotoar didesain untuk memberikan kemudahan aksesibilitas bagi para pejalan kaki dengan unsur estetika yang memadai. 

“Bagian trotoar yang digunakan sebagai lintasan kendaraan, seperti akses ke pertokoan, ke persil, dan lain-lain, harus mempunyaispesifikasi yang lebih tinggi dari pada bagian trotoar yangdigunakan untuk pejalan kaki,” bunyi penjelasan Kementerian PUPR.

Untuk trotoar yang dimanfaatkan selain untuk pejalan kaki, contoh sebagai jalur sepeda, tempat rambu lalu lintas, tempat sampah, potbunga, maka harus diperhatikan bahwa lebar trotoar masih memenuhi ketentuan minimal untuk pejalan kaki, yaitu 1,5m.

Tak hanya itu, untuk Desain teknis trotoar dibuat mengikuti Pedoman PerencanaanJalur Pejalan Kaki Pada Jalan Umum (DU, 1999), dan ada beberapa yang perlu diperhatikan dalam mendesain trotoar.  

Jika pada suatu ruas jalan terdapat volume pejalan kaki ≥ 300 orang per 12 Jam (Jam 06 - 18) dan volume lalu lintas > 1000kendaraan per 12 Jam (Jam 06 - 18), maka dapatdipertimbangkan untuk dibangun trotoar.

Trotoar hendaknya ditempatkan pada sisi dalam saluran samping yang terbuka atau di atas saluran samping yang tertutup (dengan plat beton yang memenuhi syarat).

Sebagai informasi, trotoar harus dibuat untuk mengakomodasi kaum disabilitas seperti pengguna kursi roda dan penyandang  disabilitas seperti  tuna netra.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: