Industri Logistik Indonesia Diperkirakan Capai 156,1 Miliar Dolar AS pada 2023
Dia mengungkapkan, VSMS McEasy adalah tracker kendaraan berbasis GPS yang tidak hanya berguna bagi perusahaan besar, tetapi juga untuk perusahaan logistik dengan armada yang lebih kecil, misalnya UKM yang bergerak di bidang logistik.
Raymond mengatakan, untuk meningkatkan layanan, McEasy menawarkan biaya berlangganan kurang dari Rp 100.000/bulan/kendaraan. "Kami berharap agar berbagai jenis usaha, perusahaan besar hingga UKM logistik , dapat turut merasakan keunggulan dari manajemen logistik yang terdigitalisasi,” ujar Raymond.
Selain VSMS McEasy, startup yang berasal dari Surabaya ini juga menawarkan solusi digital Transportation Management System (TMS) dan Smart Driver Apps. TMS McEasy adalah software cerdas terintegrasi untuk proses pengiriman barang yang efisien dan terpadu. Smart Driver Apps adalah aplikasi bagi pengemudi armada yang terlibat di dalam proses logistik perusahaan.
Dia menjelaskan, saat berdiri pada 2017, McEasy mendapatkan putaran pendanaan awal senilai Rp22 miliar (1,5 juta dolar AS) dari East Ventures. Pada 2022, perseroan mematok target pertumbuhan minimal 4x lipat dari tahun 2021.
Raymond menambahkan, sebagai penyedia solusi digital berbasis Software-as-a-Service (SaaS), McEasy mengembangkan software secara in-house sesuai dengan standar global di industri logistik. Saat ini, McEasy telah melayani pelanggan di area Jawa, Bali, Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi.
Editor: Jeanny Aipassa