Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Infografis Impor Jagung Disetop, Kementan Minta Serap Hasil Panen Petani
Advertisement . Scroll to see content

Infografis Mendag Hentikan Impor Beras per 16 Februari

Jumat, 03 Februari 2023 - 16:11:00 WIB
Infografis Mendag Hentikan Impor Beras per 16 Februari
Infografis Menteri Perdagangan menghentikan impor beras per 16 Febeuari 2023. (Foto: dok iNews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan, akan menghentikan impor beras yang dilakukan Perum Bulog per 16 Februari 2023. Setelah itu, Bulog akan menyerap beras dari hasil panen raya petani. 

"Ya udah fix (stop impor beras) tanggal 16 Februari. Kan kemarin udah masuk 190.000 ton, sekarang sisanya dari 300.000 ton, nah itu terakhir masuk 16 Februari," ujar Zukifli, saat ditemui wartawan di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Kamis (2/2/2023).

Menurut dia, Kemendag akan meminta Perum Bulog untuk mengoptimalkan pendistribusian beras impor sampai dengan tenggat waktu tersebut. Hal itu dilakukan untuk menurunkan harga beras yang saat ini masih melonjak di pasaran. 

"16 Februari itu terakhir masuk dan kita suruh habisin langsung agar harganya turun karena Maret udah panen," tutur Zulkifli.

Sebagai informasi, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyampaikan bahwa impor beras sebanyak 300.000 ton  akan datang ke Indonesia sebelum panen raya. Hal ini merupakan langkah pemenuhan target 500.000 beras impor yang ditetapkan pemerintah. 

“300.000 ton akan datang segera. Kesempatan kita sampai Februari ini, setelah itu kita semua panen raya, tidak ada alternatif untuk impor lagi, kita akan setop, jadi 500.000 hanya bridging sampai panen raya, panen raya nanti kalau menurut BPS akan ada Februari akhir,” ucap Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi saat ditemui di Gedung Bulog, Jumat (13/1/2023).

Editor: Jeanny Aipassa

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut