Ini 4 Strategi Pemerintah Kejar Pertumbuhan Ekonomi 5,3 Persen di 2023, Nomor 3 Terkait Valas
Untuk menjaga kinerja sektor manufaktur, Airlangga mengatakan bahwa pemerintah perlu optimis, tetap menjaga demand, serta melakukan tindak lanjut hilirisasi dan pengembangan ekosistem di sektor manufaktur.
Pemerintah Terbitkan Perppu Cipta Kerja, Menko Airlangga Sebut Antisipasi Geopolitik dan Ekonomi Global
2. Sektor Riil
Dari sisi sektor riil, pemerintah akan meningkatkan kinerja industri berorientasi ekspor yang semakin berdaya saing. Saat ini terdapat tiga primadona ekspor Indonesia yakni nikel, kelapa sawit dan turunannya, serta batu bara.
3. Valas
Pemerintah mempertimbangkan untuk merevisi periode menahan valas dan sanksi Devisa Hasil Ekspor (DHE) sebagaimana diatur dalam PBIDalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 21/14/PBI/2019 tentang Devisa Hasil Ekspor dan Devisa Pembayaran Impor, dan PP Nomor 1 Tahun 2019 tentang Devisa Hasil Ekspor dari Kegiatan Pengusahaan, Pengelolaan, dan/atau Pengolahan Sumber Daya Alam.
“Kalau devisanya parkir di negara sendiri, kayak Thailand itu mewajibkan 3 bulan, nah itu akan memperkuat cadangan devisa kita dan akan memperkuat kurs rupiah. Inilah yang diperlukan di tahun 2023. Dengan ekspor yang baik, kita minta dollarnya itu pulang, dan dollarnya pulang tentu disini dengan tingkat suku bunga tertentu dari sistem perbankan yang ditopang oleh BI," ujar Airlangga.
Dia mengungkapkan, memang ada permintaan Bank Indonesia agar PP Nomor 1 terkait dengan devisa direvisi. "Nah kami sedang mempersiapkan itu," ungkap Airlangga.