IPO di BEI, Saham MD Pictures Langsung Sentuh Auto Rejection Atas
"Dengan IPO ini, kita punya kesempatan yang lebih luas lagi, jadi investor bisa melirik industri film. MD adalah Disney-nya Indonesia kita create film, produksi film sendiri," kata dia.
Manoj menyebut, industri film kerap diremehkan. Padahal, dalam beberapa tahun, industri ini terakhir terus berada dalam tren positif dimana minat menonton makin besar yang ditunjukkan dengan jumlah penonton film Indonesia yang terus bertambah
"Dunia film selalu diremehkan tapi dunia film adalah senjata ampuh untuk mempengaruhi mindset kita. Film adalah inspiring nation bukan hanya tentang bisnis yang valuable tapi juga harus inspiring people. Kita mohon doa restu untuk terus dukung film Indonesia," ucapnya.
Pada tahun lalu, penonton bioskop lndonesia mencapai 42,7 juta dimana film Indonesia mempunyai pangsa pasar sebesar 35 persen. Nilai tersebut meningkat dari tahun sebelumnya sebanyak 37,2 juta penonton. Saat itu, pangsa pasar untuk film Indonesia sebanyak 32 persen.
Walaupun rata-rata Harga Tiket Masuk (HTM) bioskop terus naik, hal tersebut tidak mempengaruhi minat menonton film lokal. Film Iokal tetap mengalami tren kenaikan pendapatan dan mencatatkan pertumbuhan signifikan menjadi Rp1,6 triliun pada tahun 2017.
MD Pictures menawarkan harga saham perdananya Rp210 per lembar. Dalam pencatatan saham ini di lantai BEI, MD Pictures menunjuk PT NH Korindo Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Saham FILM langsung menyentuh batas atas setelah naik 49,52 persen atau 104 poin ke level Rp314 per lembar. Dengan demikian, perdagangan saham ini disuspensi secara otomatis oleh sistem BEI.
Editor: Rahmat Fiansyah