ISF 2026 Hasilkan Sejumlah Kemitraan hingga Inisiatif Baru, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan
Kolaborasi ini melibatkan Kementerian Kehutanan, APHI, KKI Warsi, KEM, Titian Lestari Foundation, PBPH yang berpartisipasi, masyarakat lokal dan masyarakat adat, serta pembeli komoditas berbasis hutan.
Sejumlah perkembangan yang diumumkan mencakup lima lanskap percontohan, 21 PBPH yang telah diidentifikasi untuk pengembangan lebih lanjut, serta pipeline sekitar 128.000 hektare.
Program tersebut juga mencatat peluang investasi hingga Rp13 triliun dalam lima tahun, sekaligus upaya memperkuat akses pasar bagi komoditas berbasis hutan.
Di sektor kelautan, ISF 2026 menjadi momentum peluncuran Indonesia Seaweed Inc Country Platform, sebuah inisiatif UNRCO-APINDO yang diarahkan untuk memperkuat ekosistem investasi rumput laut Indonesia.
Platform ini dirancang untuk menerjemahkan Business Sector Communiqué dari Financing for Development menjadi pipeline proyek yang layak investasi, termasuk melalui pengembangan proyek rumput laut yang layak memperoleh pembiayaan (bankable), memobilisasi pembiayaan campuran (blended finance), menghubungkan kegiatan budidaya di sektor hulu dengan pengolahan dan pasar di sektor hilir, serta mengoordinasikan para pemangku kepentingan dari sektor publik dan swasta.