Jabat Dirut Bank Mandiri, Royke Tumilaar Fokus Digital Banking

Aditya Pratama ยท Senin, 09 Desember 2019 - 18:44 WIB
Jabat Dirut Bank Mandiri, Royke Tumilaar Fokus Digital Banking

Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar. (Foto: iNews.id/Aditya Pratama)

JAKARTA, iNews.id - Royke Tumilaar resmi menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Penunjukan ini berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). 

Royke mengakui tidak melakukan banyak perubahan untuk rencana kerja Bank Mandiri ke depan. Pasalnya, rencana kerja yang telah disusun Kartika Wirjoatmodjo selaku Dirut sebelumnya telah disiapkan cukup baik.

Walaupun begitu, Royke akan menerapkan beberapa strategi di Bank Mandiri. Pertama terkait kolaborasi bisnis wholesale banking dan retail banking yang dapat diperkuat kembali.

"Karena memang banyak bisnis-bisnis wholesale itu yang turunannya banyak yang belum digarap teman-teman di retail, itu akan memperkuat. Karena dari sekian contoh payroll aja klien kita baru mungkin 10-15 persen, nah itu kan menjadi suatu sumber bisnis baru yang ke depan akan kita garap," ujar Royke dalam konferensi pers di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (9/12/2019).

Strategi kedua, Royke tetap fokus pada rencana utama perusahaan, yakni digital banking. Nantinya, digital banking akan ditransformasi karena kebutuhan zaman kali ini yang memasuki era digital.

"Karena memang mau ga mau ke depan era digital ini menjadi kebutuhan atau bagian dari market atau nasabah kita sendiri, sehingga tentunya akan membantu cost kita akan lebih baik lagi," kata dia.

Dengan transformasi dua hal tersebut, pihaknya juga akan melihat perkembangan kondisi ekonomi ke depannya untuk menentukan perencanaan selanjutnya.

"Kita akan lihat perkembangan kondisi ekonomi untuk membutuhkan sektor misalnya di komersial banking maupun di SMI. Jadi groupnya mungkin nanti kita akan lihat lagi situasi dengan perkembangan ekonomi ke depan," ucap Royke.

Untuk memaksimalkan kinerja organisasi, Royke akan mendorong seluruh unit usaha sehingga bisa berkembang dan berkontribusi lebih besar ke bisnis perusahaan. "Kita guidance akan dipegang, itu akan kita pelajari mengenai guidance for perampingan, tapi anak perusahaan kita relatif enggak banyak, 12 anak perusahaan dan kontribusinya sampai saat ini cukup signifikan," ujar Royke.

Royke menambahkan, untuk keseluruhan anak usaha Bank Mandiri sudah memberikan kontribusi pertumbuhan di angka 10 persen dari total net income perusahaan. "Jadi, di dalam kita melakukan pengembangan usaha tentunya kita juga melihat tidak hanya semata mata untuk pengembangan aset tapi kita juga melihat apa yang menjadi membuat Mandiri ini bisa berdiri, value-nya lebih baik lagi," kata dia.

Editor : Ranto Rajagukguk