JBIC Tertarik Investasi di Sektor Kesehatan dan Pangan Indonesia

MNC Media · Selasa, 26 Juli 2022 - 09:26:00 WIB
JBIC Tertarik Investasi di Sektor Kesehatan dan Pangan Indonesia
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartarto, mengatakan Japan Bank for International Cooperation (JBIC) tertarik berinvestasi di sektor kesehatan dan pangan Indonesia. 

Hal itu, dibahas Gubernur JBIC yang baru, Nobumitsu Hayashi, saat bertemu dengan Menko Airlangga, di Hotel Imperial Tokyo, Jepang pada Senin (25/7/2022). 

Dalam pertemuan tersebut, Menko Airlangga didampingi Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso. Pertemuan selama hampir 2 jam itu, berlangsung dengan pembahasan yang lebih fokus kepada berbagai proyek JBIC yang ada di Indonesia.

Mengawali pertemuan, Menko Airlangga menyampaikan bahwa JBIC berperan besar dalam pembangunan ekonomi Indonesia sebagai sumber pendanaan maupun penasehat dalam berbagai proyek infrastruktur. 

JBIC setiap tahun membuat survey atas perusahaan manufaktur Jepang yang melakukan bisnis di luar Jepang (Survey on Overseas Business
Operations by Japanese Manufacturing Companies). 

Seperti kita ketahui pada survey Tahun 2021, dari Daftar “Promising Countries for Overseas Business”, Indonesia masih di ranking
ke-6 atau di bawah Vietnam dan Thailand. 

“Indonesia ingin lebih tinggi dari Vietnam dan Thailand, inilah alasan utama kenapa kami menemui JBIC di Tokyo” ungkap Menko Airlangga.

Dia mengungkapkan, JBIC memiliki spesialisasi dalam berinvestasi, yang salah satunya adalah pembiayaan di sektor energi. Beberapa proyek infrastruktur utama yang dibiayai JBIC antara lain Pembangkit Listrik Tanjung Jati-B, Jawa 1 dan pembangkit panas bumi Sarula dan Muara Laboh, serta proyek LNG Tangguh. 

"Proyek-proyek ini menyediakan sumber energi yang sangat dibutuhkan dalam pembangunan ekonomi Indonesia.” ujar Menko Airlangga. 

Dia menjelaskan, fokus Indonesia untuk 2 tahun ke depan adalah memulihkan ekonomi dan kembali mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi dan berkelanjutan, yang didukung salah satunya oleh ketersediaan infrastruktur energi.

Pemerintah Indonesia segera mengambil langkah konkrit untuk melaksanakan transisi energi ke Energi Baru dan Terbarukan (EBT) untuk mencapai Nationally Determined Contributions (NDC) pengurangan emisi karbon 29 persen pada tahun 2030. 

Pemerintah Jepang juga telah melakukan banyak kolaborasi dengan Indonesia dalam pengurangan emisi karbon. Salah satunya melalui skema Joint Crediting Mechanism (JCM). 

Skema ini juga sedang dipertimbangkan sebagai bagian dalam kerjasama pendanaan JBIC dengan Indonesia dalam program transisi energi.
Proyek besar yang juga menjadi pembahasan adalah terkait proyek Masela yang akan menjadi semakin strategis terutama pasca perang Ukraina dan Rusia, terutama karena melonjaknya kebutuhan gas dari negara-negara G7. 

Gas menjadi sangat penting, karena dapat digunakan sebagai bahan baku ammonia, bahan baku pupuk, dan gas bisa digunakan untuk membangun methanol yaitu salah satu blending untuk biofuel. Nilai investasi proyek ini mencapai 19,85 miliar dolar AS.

Namun demikian, proyek ini mempunyai tantangan ke depan yaitu adanya percepatan transisi energi, persyaratan dekarbonisasi dan perubahan industri hulu Migas, sehingga perlu evaluasi dan identifikasi ulang ruang lingkup proyek.

Gubernur JBIC Hayashi menyampaikan, “Indonesia negara sangat strategis dan customer JBIC yang terpenting, karena itu saya sangat berbahagia bisa bertemu langsung dengan Menko Airlangga dan Menteri Agus. Dukungan JBIC di bidang energi dengan mendukung listrik 11,6 GW yang sangat membantu pembangunan ekonomi Indonesia”. 

Selain membahas mengenai energi, pertemuan juga membahas pengembangan sektor otomotif di Indonesia. Di Indonesia, hampir 90% prinsipalnya berasal dari Jepang dan JBIC ikut membiayai pengembangan sektor otomotif.

“Kami mendukung investasi perusahaan Jepang di sektor manufaktur terutama di Otomotif, karena dengan dukungan kuat Pemerintah RI selama ini, otomotif Jepang menjadi sangat dicintai di Indonesia bahkan melebihi di Jepang sendiri. JBIC akan lebih mendorong peningkatan nilai dari investasi yang sudah ada,” terang Gubernur Hayashi.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menyampaikan danberharap agar ada proyek-proyek industri manufaktur yang besar di Indonesia, yang didukung oleh JBIC. 

Gubernur Hayashi menyambut baik harapan Menteri Agus dan menjanjikan akan terus mendukung investasi perusahaan Jepang di industri manufaktur khususnya sektor otomotif.

Menko Airlangga juga menyampaikan harapan agar JBIC juga mendorong investasi di sektor lain yang sangat potensial, terutama sejak masa pandemi dan krisis global ini, yaitu sektor Kesehatan (Medical) dan sektor Pangan (Food). 

“Sektor Kesehatan sudah mengembangkan layanan Kesehatan di KEK (Kawasan Ekonomi Khusus), yaitu di KEK Kesehatan di Sanur Bali. Di KEK boleh melakukan penelitian klinikal-trial dan memungkinkan Dokter Asing untuk bisa praktek,” tutur Menko Airlangga.

Sejalan dengan terjadinya krisis global yang salah satunya di bidang pangan dan pupuk, Menko Airlangga juga mengundang JBIC untuk ikut memberikan pembiayaan. 

Gubernur Hayashi menerangkan “JBIC sangat mendukung tawaran investasi di bidang pangan dan pupuk, seiring meningkatnya jumlah populasi penduduk maka kebutuhan pangan akan terus meningkat. Namun, pangan dan pupuk ini memerlukan supply chain yang baik. JBIC akan sangat mendukung investasi baru di pangan dan pupuk”.

Menteri Agus menambahkan bahwa pada September 2022 akan ada acara Business Forum yang mengulas Industri Farmasi, karena itu mengundang JBIC untuk berpartisipasi.

Dalam penutupnya Menko Airlangga mengatakan, “Kami sangat senang mendengar bahwa proyek-proyek utama di Indonesia akan menjadi prioritas bagi JBIC. Indonesia dengan populasi dan ukuran ekonomi yang terbesar di Kawasan, sangat tepat untuk menjadi prioritas utama JBIC.”

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda