JK Sebut Antrean di PMI Jakarta Seperti Pasar Malam

Advenia Elisabeth ยท Kamis, 05 Agustus 2021 - 09:30:00 WIB
 JK Sebut Antrean di PMI Jakarta Seperti Pasar Malam
Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla (kanan), dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Arsjad Rasjid. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla (JK), mengungkapkan kebutuhan plasma konvalesen untuk terapi pasien Covid-19 cukup tinggi, salah satunya di Jakarta. 

JK menuturkan, tingginya kebutuhan plasma konvalesen menyebabkan situasi PMI Jakarta seperti di pasar malam, karena antrean warga yang banyak. 

Menurut dia, PMI Jakarta melayani kebutuhan kantong darah biasa dan plasma konvalesen. Seiring dengan tingginya kasus Covid-19 di Jakarta akhir-akhir ini, banyak warga yang mendatangi PMI Jakarta untuk memberikan dan menunggu donor darah dan plasma konvalesen.

"Tiap hari Jakarta butuh 1.000 kantong donor darah biasa, dan kira-kira 300 plasma konvalesen. Karena itulah seperti pasar malam di Kramat (kantor PMI Jakarta, red). Jam 10 malam kita datang, masih ramai, antreannya panjang sekali," kata JK, pada acara penandatanganan nota kesepahaman kerja PMI dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, di Jakarta, Kamis (5/8/2021).

Dia mengungkapkan, Beberapa hari terakhir, PMI Jakarta dipadati warga yang membutuhkan plasma konvalesen. Bahkan antrean warga berlangsung dari malam hingga dini hari. 

“Belum lama ini saya berkunjung ke PMI Jakarta sekitar pukul 22.00 WIB. Antreannya panjang sampai tengah malam dan berlangsung sampai jam 4 pagi,” ujar JK. 

Dia menjelaskan, stok plasma konvalesen di jaringan PMI seluruh Indonesia hanya berkisar 100 hingga 150 kantong plasma. Berdasarkan kalkulasi kasus Covid-19 nasional, PMI membutuhkan setidaknya 1.000 donor plasma konvalesen per hari untuk memenuhi kebutuhan para pasien Covid-19. 

"Saat ini, rata-rata donor plasma konvalesen baru mencapai 600-an per hari dengan 81 alat Aferesis yang dimiliki," ujar JK.

Untuk memaksimalkan ketersediaan plasma konvalesen, PMI telah melayangkan surat kepada berbagai lembaga untuk menggerakkan donor plasma di lingkungan masing-masing, termasuk mengadakan kerja sama seperti dengan Kadin Indonesia.

Editor : Jeanny Aipassa