Jokowi Minta Koperasi Bangun Pabrik Minyak Makan Merah, untuk Apa?

Michelle Natalia ยท Kamis, 07 Juli 2022 - 16:58:00 WIB
Jokowi Minta Koperasi Bangun Pabrik Minyak Makan Merah, untuk Apa?
Presiden Jokowi minta koperasi bangun pabrik minyak makan merah, untuk apa? Foto: Antara

MEDAN, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta koperasi yang telah siap untuk membangun pabrik minyak makan merah. Dengan begitu, diharapkan akan memperkuat pasokan minyak goreng ke masyarakat yang lebih murah dan sehat. 

Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki saat mendampingi Presiden Jokowi yang meninjau proses penelitian minyak makan merah di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), Kampung Baru, Kota Medan, pada Kamis (7/7/2022) mengatakan, Kementerian Koperasi dan UKM segera menindaklanjuti dan mendorong sejumlah koperasi untuk mulai memproduksi minyak makan merah.

“Presiden meminta kami untuk menindaklanjuti agar koperasi ini menjadi produsen minyak makan merah. Kami akan segera tindak lanjuti karena pada dasarnya koperasi sudah ada beberapa yang siap,” kata dia.

Teten menuturkan, Presiden Jokowi pada pekan depan  akan menggelar rapat koordinasi, yang melibatkan Kementerian Koperasi dan UKM dengan beberapa pihak terkait, di antaranya Menteri BUMN, Menteri Pertanian, Badan Pangan Nasional, dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Adapun minyak makan merah merupakan inovasi dari produk turunan kelapa sawit selain CPO, yang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan makanan yang multifungsi, mulai untuk menggoreng hingga dapat dikonsumsi langsung sebagai minyak makan. 

Keunggulan minyak makan merah terletak pada kandungan gizi tinggi, mengandung beta karoten, vitamin A, fitonutrien dan komposisi asam lemak sehingga menjadi produk fungsional yang strategis dalam pengentasan stunting di Indonesia. Selain itu, kandungan fitonutrien pada minyak makan merah, terutama vitamin E, dapat dimanfaatkan sebagai bahan aktif kosmetikal yang dapat mencegah penuaan dini dan bahan farmasi pencegah penyakit degeneratif.

Teten mengungkapkan, koperasi di Indonesia sangat potensial untuk diposisikan sebagai produsen minyak makan merah dengan dipasok oleh para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) karena nilai investasi yang dibutuhkan lebih kecil dibandingkan pabrik minyak goreng komersial. Di samping itu, biaya logistik dari produksi minyak makan merah ini juga relatif kecil. 

"Kita perlu mempercepat hilirisasi sawit oleh koperasi sehingga petani sawit mendapatkan nilai tambah ekonomi lebih besar dan penyerapan hasil panen petani menjadi lebih pasti," ujar Teten.

Dia sempat berdialog dengan petani sawit binaan Koperasi Sawit Unggul Sejahtera Kabupaten Serdang Berdagai, Sumatera Utara, belum lama ini sebagai salah satu koperasi piloting yang didorong untuk memproduksi minyak makan merah. Dengan begitu, menurut Teten, para petani sawit akan mendapatkan nilai tambah dan mampu menerima manfaat dari pengelolaan bisnis sawit.

Dia menambahkan, saat ini teknologi untuk memproduksi minyak makan merah sendiri bahkan sudah ada di PPKS Medan. Dan karena pengolahannya yang sederhana, dia pun optimistis koperasi mampu membangun pabrik minyak makan merah ini. 

"Dengan adanya pabrik minyak makan merah dari koperasi ini, diharapkan akan memperkuat pasokan minyak goreng ke masyarakat yang lebih murah dan sehat. Turunannya juga bisa jadi produk kosmetik, farmasi, dan masih banyak lainnya," tutur Teten.

Sebagaimana arahan Presiden Jokowi, dia berharap dukungan seluruh stakeholder untuk menyosialisasikan minyak makan merah oleh koperasi.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda