Jual Madu, Pemuda Ini Raih Omzet Puluhan Juta Rupiah Sebulan

Avirista Midaada ยท Selasa, 19 April 2022 - 11:45:00 WIB
Jual Madu, Pemuda Ini Raih Omzet Puluhan Juta Rupiah Sebulan
Jual madu, pemuda ini raih omzet puluhan juta rupiah sebulan. Foto: Avirista M

MALANG, iNews.id - Pemuda bernama Andoni Pridatama sudah dua tahun ini menjual madu, dengan merek Sarang Maduku. Dari bisnisnya tersebut, omzet yang dikantongi mencapai puluhan juta sebulan. 

Dia berhasil melakukan penjualan sekitar 6.000 produk setiap bulannya. Sebelum menjadi pengusaha madu yang sukses, dia bekerja di salah satu bank di Kota Malang selama delapan tahun.

Meski kebutuhannya tercukupi, dia merasa jenuh menjadi karyawan dan ingin mencari tantangan baru. Apalagi dia memiliki cita-citanya untuk berwirausaha, sehingga membuat pria yang akrab disapa Doni ini memulai usaha pada 2018 sambil tetap menjadi karyawan.

"Awalnya saya tidak langsung jualan madu. Tapi sempat juga jualan buah durian sampai hijab. Namun kemudian saya bertemu dengan salah satu peternak lebah dan saat itu saya tertarik untuk menjadi peternak lebah madu," katanya di tempat usahanya di Jalan Ikan Gurame, Kelurahan Tunjungsekar, Kota Malang.

Dia memulai usahanya tersebut tidak mudah. Bahkan, Doni sempat ditipu oleh seorang oknum peternak lebah. Saat itu, dia memiliki modal Rp20 juta  untuk digunakan membeli 10 kotak yang dijadikan sarang lebah. 

"Peternak itu menjanjikan setiap bulan madu akan dipanen dan bakal mendapat keuntungan dengan sistem bagi hasil," ujarnya.

Namun setelah satu bulan pertama, dia mendapati kotak lebah miliknya kosong dan hanya berisi sedikit lebah. Kondisi tersebut terjadi hingga lima bulan lamanya.

Saat ditelusuri, ternyata kotak-kotak lebih miliknya itu sudah beberapa kali panen. Tetapi hasil panen beberapa kali tidak pernah diberikan kepadanya, melainkan digunakan sendiri oleh oknum peternak lebah tersebut.

"Awalnya sempat down juga. Tetapi kemudian saya bertemu peternak lain di Pasuruan yang membantu saya bangkit hingga bisa berkembang sebagai peternak lebah madu," ucapnya.

Seiring waktu, usahanya mulai menunjukkan hasil. Dia mengakui sempat kesulitan membagi konsentrasi antara meneruskan ternak lebah madu dengan memasarkannya. Akhirnya dia memilih untuk fokus pada pemasaran dengan mengusung brand Sarang Maduku. 

"Sekitar tahun 2020 saya memutuskan untuk fokus ke pemasaran madu saja. Kalau yang kami pasarkan ini masih murni dan tidak dicampur dengan bahan lain," kata lulusan D3 Pemasaran Universitas Diponegoro itu. 

Untuk menyuplai kebutuhan madunya, dia bermitra dengan beberapa peternak lebah di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Total hingga kini, dia sudah memiliki tujuh mitra peternak lebah di dua provinsi itu. 

Kini dengan tujuh mitranya, bisnisnya kian berkembang. Pada awalnya hanya satu varian saja, tetapi kini telah memiliki 30 jenis varian madu yang dipasarkan mulai dari madu murni, biasa atau kaliandra, multiflora, madu randu, kelengkeng, klanceng, rambutan dan ada satu varian baru, yakni madu bawang lanang untuk pengobatan. 

Madu-madu tersebut dukemas berbeda dengan menggunakan botol kecil dan jerigen kecil ukuran 125 mililiter (ml) hingga 1 kilogram (kg) agar lebih menarik.

"Kami berusaha melakukan pengemasan yang semenarik mungkin menggunakan wadah botol hingga jerigen kecil. Kemudian setelah itu, bagian luarnya kami lapisi dengan plastic wrap agar lebih higienis. Sebulan kebutuhan madu kami mencapai 3 ton. Kebutuhan sebanyak itu dipenuhi dari mitra peternak," tuturnya.

Produk itu, dia pasarkan melalui marketplace dan dijual secara online. Hasilnya, dari di salah satu marketplace saja bisa mencapai 200 botol pesanan setiap harinya. Pasar terbesar dari Sarang Maduku sejauh ini masih banyak di Pulau Jawa. Meski Doni juga menyebut, ada juga beberapa kali pesanan ke luar Pulau Jawa. 

"Harga paling murah mulai Rp18.000 untuk ukuran paling kecil hingga Rp240.000 untuk yang 1 kilogram. Omzet kami juga meningkat pesat sejak bergabung ke marketplace seperti Shopee. Pada saat awal memulai omzet bulanan kisaran Rp9 juta, kemudian naik hingga 500 persen," katanya.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda