Jumlah Investor Muda Meningkat Pesat, Ketua OJK Wanti-wanti Maraknya Investasi Ilegal

Michelle Natalia ยท Jumat, 12 Agustus 2022 - 16:23:00 WIB
Jumlah Investor Muda Meningkat Pesat, Ketua OJK Wanti-wanti Maraknya Investasi Ilegal
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, mewanti-wanti investor muda untuk mewaspadai maraknya investasi ilegal

Menurut dia, pandemi Covid-19 menjadi momentum positif bagi kebangkitan investor retail di pasar modal. Hal itu terlihat dari jumlah investor muda dari milenial dan gen Z yang meningkat pesat. 

Per Juni 2022, investor pasar modal tercatat tumbuh 3,7 kali lipat atau 370 persen menjadi 9,3 juta investor dibandingkan 2,5 juta investor pada 2019. 

"Menariknya, dari tambahan investor itu, 81 persen adalah investor generasi millenial dan gen Z," ujar Mahendra dalam webinar LIKE IT: Sustain Habit in Investing, Invest in Sustainable Instruments di Jakarta, Jumat(12/8/2022).

Dia mengungkapkan, peningkatan jumlah investor domestik ini merupakan hasil dari upaya seluruh pemangku kepentingan dalam melaksanakan berbagai program sosialisasi, edukasi, dan literasi keuangan kepada masyarakat. 

Meski demikian, tak bisa disangkal juga karena kondisi pada saat pandemi mendorong lebih banyak waktu diberikan untuk masyarakat menggunakan teknologi komunikasi digital, sehingga memberikan momentum tambahan terhadap peluang untuk meningkatkan literasi produk keuangan dan investasi. 

"Kita juga harus memperhatikan perkembangan itu dengan langkah dan kebijakan yang tepat. Sebab, laporan International Organization of Securities Commissions (IOSCO) terkait pertumbuhan investor retail selama pandemi dibarengi dengan tren misconduct yang kemudian investor retail meningkat baik dalam pasar domestik maupun internasional/cross-border. Hal ini harus ditindaklanjuti dengan peningkatan perlindungan investor khususnya investor retail," jelas Mahendra. 

Dia menuturkan, meningkatnya jumlah investor di pasar modal memang menggembirakan, namun harus dibarengi dengan peningkatan pemahaman dan pengetahuan investasi pada instrumen keuangan. Tujuannya agar investor memiliki pengetahuan dan pemahaman yang memadai sehingga tidak hanya menimbulkan apa yang dikenal dengan herd behavior, noise trading, maupun investing in bubbles hanya untuk mengejar hasil atau yield tinggi tanpa memperhitungkan risiko aspek legalitas produk, bahkan logika yang mendasar. 

"Pemberitaan mengenai maraknya korban kegiatan ilegal dan transaksi yang sebenarnya bukan merupakan kegiatan investasi yang normal karena dilakukan dengan berbagai modus atau menggunakan berbagai produk bahkan uang pinjaman untuk berinvestasi merupakan sinyal yang sangat jelas bagi regulator untuk semakin meningkatkan pemahaman masyarakat berinvestasi secara aman," tutur Mahendra. 

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda