KAI Larang Penumpang dengan Suhu Badan 38 Derajat Celcius Naik Kereta

Muhammad Aulia ยท Sabtu, 14 Maret 2020 - 18:58 WIB
KAI Larang Penumpang dengan Suhu Badan 38 Derajat Celcius Naik Kereta

Kereta api. (Foto: ilustrasi/Sindonews)

JAKARTA, iNews.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI melarang penumpang dengan suhu badan 38 derajat celcius naik kereta api. Perseroan menempatkan petugas khusus saat mengecek boarding pass.

"Mereka bertugas untuk mengecek suhu tubuh dari tiap calon penumpang kereta api (KA) pada saat proses boarding atau pengecekan tiket dan kartu identitas," kata Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa melalui keterangan tertulis, Sabtu (14/3/2020).

Eva menjelaskan, penempatan petugas khusus tersebut merupakan respons PT KAI dalam mengantisipasi virus korona. Apalagi, WHO sudah mengategorikan virus korona sebagai pandemik.

"Jika pada saat pengecekan suhu badan ditemukan panas suhu badan calon penumpang mencapai 38 derajat celcius ke atas, dan atas rekomendasi petugas kesehatan, maka calon penumpang dilarang untuk melakukan perjalanan KA," kata Eva .

Dia menegaskan penumpang yang dilarang naik kereta api akan menerima kembali pembayaran secara penuh (refund). Kebijakan ini juga berlaku untuk para pendamping penumpang tersebut untuk maksimal 4 orang dalam satu kode pemesanan.

"Jika berbeda kode booking, maka biaya tiket yang dikembalikan maksimal hanya untuk 2 orang sebagai pendamping," ucapnya.

Khusus di Daop 1 Jakarta, kata Eva, pemeriksaan suhu tubuh calon penumpang KA Jarak Jauh berada di area pintu cek boarding pass Stasiun Gambir dan Stasiun Senen.

PT KAI juga menyediakan hand sanitizer di area meja boarding pass serta menyiagakan petugas kebersihan baik di stasiun maupun selama perjalanan.

"Tim medis yang bertugas di pos kesehatan stasiun juga telah siap membantu proses rujukan ke sejumlah rumah sakit jika dibutuhkan," kata dia.

Eva mengimbau penumpang untuk menggunakan masker jika sedang sakit. Penumpang KA juga diminta untuk selalu menjaga kebersihan tiap area stasiun.

Selain itu, PT KAI, juga turut memperhatikan kebersihan di sarana dan prasarana stasiun. Di antaranya penyemprotan disinfektan menggunakan biosanitizer ke kursi, pagar, perangkat fasilitas penumpang, hingga tiap sudut stasiun.

"KAI melakukan pencucian interior dan eksterior kereta secara rutin setiap sebelum perjalanan dengan menggunakan bahan kimia untuk sterilisasi. Bantal yang disediakan di kereta pun selalu dalam kondisi baru tercuci bersih setiap pergantian penumpang," kata Eva.

Editor : Rahmat Fiansyah