Kaleidoskop Inews 2021

Kaleidoskop 2021: Dililit Utang Triliunan, Garuda Indonesia Berjuang dari Kepailitan

Suparjo Ramalan ยท Rabu, 29 Desember 2021 - 10:28:00 WIB
Kaleidoskop 2021: Dililit Utang Triliunan, Garuda Indonesia Berjuang dari Kepailitan
Kaleidoskop 2021: dililit utang triliunan, Garuda Indonesia berjuang dari kepailitan. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Pandemi Covid-19 dalam dua tahun terakhir memberikan imbas signifikan pada semua sektor, termasuk industri penerbangan. Dan Garuda Indonesia sebagai maskapai nasional harus berjuang supaya tidak bangkrut dan dipailitkan. 

Kondisi keuangan Garuda mengalami kontraksi selama pandemi. Selain keuangan merugi juga dililit banyak utang

Utang jumbo Garuda terbongkar pada Mei tahun ini. Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra mengakui kondisi keuangan dan arus kas perusahaan minus. Bahkan, perseroan punya beban utang hingga Rp70 triliun. Jumlah itu bertambah lebih dari Rp1 triliun setiap bulannya seiring penundaan pembayaran kepada pemasok. 

Kondisi tersebut membuat Kementerian BUMN selaku pemegang saham memberikan empat opsi untuk menyelamatkan Garuda. Pertama, pemerintah terus mendukung dengan memberikan pinjaman atau suntikan, namun opsi ini berpotensi meninggalkan Garuda dengan warisan utang yang besar. Kedua, menggunakan hukum perlindungan kebangkrutan untuk merestrukturisasi Garuda Indonesia, dengan menggunakan legal bankruptcy process untuk merestrukturisasi kewajiban mencakup utang, sewa, dan kontrak kerja.

Ketiga, merestrukturisasi Garuda Indonesia dan mendirikan perusahaan maskapai nasional baru, di mana Garuda Indonesia akan dibiarkan melalui restrukturisasi, namun di saat yang sama mulai didirikan perusahaan maskapai penerbangan domestik baru. Maskapai baru ini akan mengambil alih sebagian besar rute domestik Garuda Indonesia dan menjadi national carrier di pasar domestik. Keempat, Garuda Indonesia dilikuidasi dan sektor swasta dibiarkan mengisi kekosongan.

Dari opsi-opsi tersebut, Garuda memilih melakukan restrukturisasi melalui Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Kendati demikian, opsi ini punya risiko pailit jika Garuda gagal melakukan negosiasi dengan kreditur.  

Manajemen pun mulai melakukan restrukturisasi, di antaranya negosiasi dengan sejumlah kreditur dan lessor, mengurangi jumlah armada, memangkas rute-rute yang tidak menguntungkan hingga mengurangi jumlah karyawan dan memotong gaji termasuk direksi dan komisaris. Selain itu, mengoptimalisasi pengelolaan sejumlah lini bisnis potensial untuk mendukung peningkatan pendapatan usaha lewat kerja sama dengan mitra usaha. 

Sementara pada Agustus lalu, Menteri BUMN Erick Thohir melakukan transformasi dan efisiensi di Garuda Indonesia dengan memangkas jumlah komisaris dan direksi Garuda. Dari lima komisaris dikurangi menjadi tiga orang dan direksi dari delapan menjadi enam orang.

Editor : Jujuk Ernawati

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda