Kebocoran Data Pajak Miliarder AS Diselidiki
WASHINGTON, iNews.id - Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) meminta otoritas penegak hukum untuk menyelidiki bocornya data pajak yang dikutip oleh ProPublica. Laporan tersebut menunjukkan sejumlah orang terkaya atau miliarder di AS membayar pajak sangat sedikit, bahkan mengemplang pajak.
ProPublica mengaku menerima banyak data dari Internal Revenue Service (IRS) tentang pembayaran pajak dari ribuan orang terkaya di negara itu selama 15 tahun. Data menunjukkan, pendiri Amazon Jeff Bezos dan pendiri Tesla Elon Musk membayar pajak sangat sedikit, bahkan pernah tidak membayar pajak pendapatan federal selama beberapa tahun.
Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan, pengungkapan tidak sah atas informasi rahasia pemerintah adalah perbuatan ilegal. Sementara juru bicara Departemen Keuangan Lily Adams mengatakan, masalah tersebut sudah ditangani FBI, jaksa federal, dan dua pengawas internal Departemen Keuangan.
"Mereka memiliki otoritas independen untuk menyelidiki," kata dia, dikutip dari Reuters, Rabu (9/6/2021).
IRS yang merupakan bagian dari Departemen Keuangan AS adalah agen pemungut pajak negara, dan banyak catatan pajak dianggap sebagai dokumen rahasia. Komisaris IRS Charles Rettig juga mengonfirmasi bahwa penyelidikan sedang dilakukan.